Israel menyerang ke Jalur Gaza, Benjamin Netanyahu Tegaskan ini kepada dunia internasional

Bagikan :

Israel, kananews.net – Benjamin Netanyahu mengecam meningkatnya apa yang dia sebut sebagai antisemitisme dan kritik internasional terhadap invasi Israel ke Jalur Gaza, Ahad (5/5/2024) Perdana Menteri Israel itu menegaskan tidak ada tekanan yang akan bisa menghentikan Israel untuk mempertahankan diri.

“Jika Israel dipaksa untuk berdiri sendiri, Israel akan berdiri sendiri,” kata Netanyahu saat upacara Hari Peringatan Holocaust di Jerusalem.

Dia juga menyesalkan bahwa ketika Nazi membunuh 6 juta orang Yahudi selama Perang Dunia II, rakyatnya sama sekali tidak berdaya melawan dan menghancurkan mereka.
“Tidak ada negara yang datang membantu kami ketika bendera Israel berkibar setengah tiang dan para penyintas Holocaust bersiap menyalakan obor.”
“Hari ini, kami kembali menghadapi musuh yang bertekad menghancurkan kami,” ujar Netanyahu kepada banyak orang yang berkumpul untuk memperingati upacara Holocaust.
“Saya tegaskan kepada para pemimpin dunia, tekanan apa pun, keputusan apa pun dari forum internasional mana pun, tidak akan menghentikan Israel untuk membela diri,” lanjutnya.

Dia menyesalkan lonjakan kritik yang terlihat di seluruh dunia terhadap Israel atas perangnya di Jalur Gaza, yang dipicu setelah serangan Hamas pada 7 Oktober yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dia mengecam gunung berapi anti-Semitisme yang mengerikan, yang menurutnya sedang melonjak di seluruh dunia.

Netanyahu juga membandingkan protes yang terjadi di universitas-universitas di Amerika Serikat (AS) dan di seluruh dunia dengan diskriminasi terhadap orang Yahudi di universitas-universitas Jerman selama Perang Dunia II.
“Sungguh distorsi keadilan dan sejarah,” katanya.

Kritik tersebut, bukan karena tindakan yang mereka lakukan, melainkan mereka ada karena mereka adalah orang Yahudi.
“Anda tidak akan merantai tangan kami, Israel akan terus memerangi kejahatan manusia sampai adanya kemenangan,” ungkapnya.
“Kami akan mengalahkan musuh-musuh genosida kami. Tidak akan pernah terjadi lagi sekarang!” tambahnya.

Perang paling berdarah di Jalur Gaza dimulai setelah serangan Hamas terhadap Israel yang mengakibatkan kematian lebih dari 1.170 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP atas angka resmi Israel.

Militan juga menyandera sekitar 250 orang dalam serangan tersebut. Israel memperkirakan 128 orang masih ditawan di Gaza, termasuk 35 orang tentara tewas.

Netanyahu juga Bersumpah untuk menghancurkan Hamas, serangan balasan Israel telah menewaskan sedikitnya 34.683 orang di Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, sebagaimana yang diungkapkan kementerian kesehatan wilayah yang dikelola Hamas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *