Sukseskan Rapat Koordinasi Pengawasan pemilu, organisasi disabilitas dan pemerhati disabilitas mengeluarkan Maklumat TPS Inklusif

Bagikan :

Makassar, kananews.netSejumlah organisasi disabilitas dan pemerhati isu-isu inklusi Kota Makassar berdiskusi dalam Rapat Koordinasi Penguatan Pemahaman Pengawasan Kepemiluan Kepada Disabilitas, Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bawaslu Kota Makassar di Hotel Jolin, pada 6 Februari 2024 siang kemarin.

Diskusi tersebut difasilitasi oleh Dr. Ishak Salim selaku Kepala Pusat Disabilitas Universitas Hasanuddin.

Dalam diskusi yang berlangsung, seluruh perwakilan organisasi disabilitas dan mahasiswa disabilitas dari Univesitas Negeri Makassar dan Universitas Hasanuddin saling menyampaikan pendapat dan pengalaman mengenai pengalaman difabel mengikuti pemilu. Terkhusus Pemilu 2024 ini.

Menurut Ishak Salim, “difabel telah melewati seluruh proses pemilu, hingga saat ini sudah di masa akhir kampanye dan akan masuk ke tahap waktu tenang, masyarakat Indonesia akan mencoblos pada 14 Februari 2024 mendatang.”

Berbagai informasi masih banyaknya hambatan yang dihadapi pemilih disabilitas dari beragam jenis kemampuan difabel, aksesibilitas merupakan isu utama. Bukan hanya aksesibilitas fisik tapi juga layanan personal dan media digital.

Selain itu, ke depan, karena sudah menjelang pencoblosan peserta membahas secara lebih mendalam bagaimana situasi TPS dan proses pencoblosan dan perhitungan suara akan berlangsung serta bagaimana memastikan agar pemilih disabilitas dapat berperan serta mengawal dan mengawasi proses pencoblosan dan perhitungan suara berlangsung tanpa kecurangan.

Atas identifikasi itulah, peserta kemudian bersepakat agar organisasi disabilitas dan pemerhati disabilitas mengeluarkan Maklumat TPS Inklusif.

Dari organisasi disabilitas seperti SSDI, POAAM, KOADS dan Forkesi menyampaikan bahwa isu bagi remaja disabilitas intelektual kurang diperhatikan dalam pemilu. Sangat jarang kebutuhan misalnya pemilih autistik dan pemilih dengan Sindrom Down mendapatkan perhatian.
“Kami butuh mendampingi anak kami saat pencoblosan, tapi apakah aturan KPU memungkinkan hal itu?” Tanya Andi Fitri Balasong selaku direktur SSDI Kota Makassar.

Berikut Maklumat TPS Inklusif.
Dalam rangka persiapan pencoblosan pada 14 Februari 2024 yang tinggal delapan hari lagi, kami, komunitas disabilitas Kota Makassar, bersama dengan pemerhati masalah disabilitas, menyampaikan seruan kepada KPU dan Bawaslu Kota Makassar untuk memastikan keberlangsungan TPS Inklusif dengan penuh tanggung jawab.
Maklumat TPS Inklusif:
1. Memastikan Aksesibilitas Fisik di selururh lokasi TPS di Kota Makassar.
2. Memastikan Petugas KPPS Kota Makassar Memahami Prinsip Inklusi Disabilitas dan menjalankan Standar Pelayanan Inklusif bagi Pemilih Disabilitas.
3. Menyediakan Layanan Akomodasi Layak di TPS dan layanan personal bagi disabilitas jika dibutuhkan.
4. Menyediakan Alat Bantu Mencoblos bagi Pemilih Disabilitas Netra, seperti Template Braille.
5. Memberikan pendampingan selama pencoblosan dan perhitungan suara bagi pemilih dengan disabilitas mental dan/atau intelektual.

Kami mengajukan seruan ini dengan harapan bahwa KPU dan Bawaslu Kota Makassar akan merespon dengan serius, jika seruan ini tidak mendapatkan respon yang memadai, maka pemenuhan hak pilih dari suara mayoritas penyandang disabilitas akan tidak setara dan menodai hak setara dalam Pemilu 2024.

Dengan keyakinan bahwa tindakan ini akan direspon dengan baik, kami menyerahkan seruan ini dengan sepenuh hati, Makassar, 06 Februari 2024.

Berikut lembaga dan nama-nama Yang Membuat Seruan dan bertandatangan atas nama Komunitas dan Pemerhati Masalah Disabilitas Kota Makassar.
1. Lisa Hikmah, Forkesi, (Perempuan)
2. Wahyu Oktaviani, KMI (Pendamping), (Perempuan)
3. Nurmalinda, POAAM, (Perempuan)
4. Randi Triyand, Pusat Disabilitas UNHAS, (Laki-laki)
5. Ida Arianti Said, Pusat Disabilitas UNHAS, (Perempuan)
6. Ahmad Fauzan Ismail, PLB UNM, (Laki-laki)
7. Muh. Idham Assidiq, PLB UNM, (Laki-laki)
8. Muh. Al Uswatul W.Y, PLB UNM, (Laki-laki)
9. Musfira, PerMaTa Makassar, (Perempuan)
10. Hamriani, PerMaTa Makassar, (Perempuan)
11. Sri Fitriani Ramadhan, Pusat Disabilitas UNHAS, (Perempuan)
12. Agum Trianto Gunawan, Pusat Disabilitas UNHAS, (Laki-laki)
13. Fitrah Ramadhan, Pusat Disabilitas UNHAS, (Laki-laki)
14. Agus, PerMaTa Makassar, (Laki-laki)
15. Muhammad Ilham, Pusat Disabilitas UNHAS, (Laki-laki)
16. Aswita, PLB UNM, (Perempuan)
17. Yunita, FIKK, (Perempuan)
18. Andi Nur Fitri Balasong, Sahabat Sindrom Down Istimewa, (Perempuan)
19. Nilawati, Sahabat Sindrom Down Istimewa, (Perempuan)
20. Hayat Rahmat, Sahabat Sindrom Down Istimewa, (Laki-laki)
21. Triyanti Oktarina, KOADS, (Perempuan)
22. Megawati, Gemparkan, (Perempuan)
23. A. Munirah Rohmah, Forkesi, (Perempuan)
24. Andi Ratu, Pusat Disabilitas UH, (Perempuan)
25. Fitrah Ramadhan, Pusat Disabilitas UH, (Laki-laki)
26. Abd. Rahman, ITMI, (Laki-laki)
27. Hamzah, ITMI, (Laki-laki)
28. Iswandi, Gerkatin Makassar, (Laki-laki)
29. Faizah, Gerkatin Makassar, (Perempuan)
30. Hj. Mariani. M, Gerkatin Makassar, (Perempuan)
31. Erni, KOADS, (Perempuan)
32. Ashrianny, KOADS, (Perempuan)
33. Nurfadhillah, Gemparkan, (Perempuan)
34. Muh. Faiz Sopyan, Mahasiswa, (Laki-laki)
35. Asmi, POAAM, (Perempuan)
36. Jodiarta Joel, UNM, (Laki-laki)
37. Muh. Ihsan, (Laki-laki)
38. Dr. Ishak Salim (Pusat Disabilitas Unhas) (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *