Sukseskan HUT RI ke-78, Subu; Pemerintah Tidak Diskriminasi Lagi Terhadap Disabilitas

Bagikan :

Maros, kananews.net – Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SLB-A YAPTI Makassar dengan Koordinator Asrama (KOAS) bekerja sama dalam hal menyukseskan perkemahan mandiri yang diadakan di Bumi Perkemahan Ta’deang, Kabupaten Maros.

Kegiatan tersebut digelar pada selasa/15 hingga Kamis/17 Agustus 2023 kemarin.

Perkemahan ini berjalan dengan baik, itu karena adanya antusias dari guru-guru, teman-teman mahasiswa dan pengurus OSIS yang ikut meramaikan kegiatan ini.

Hal tersebut diungkapkan Kandacong selaku Ketua Panitia.
“kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka HUT RI yang ke-78 yang kita beri nama perkemahan mandiri tunanetra atau binaan Yayasan Pembinaan Tunanetra Indonesia, Di dalamnya mencakup semua keluarga besar Yayasan pembinaan tunanetra Indonesia, dari SLB sampai lingkup Panti.”

Kegiatan ini didukung penuh oleh seluruh keluarga besar Yayasan Pembinaan Tunanetra Indonesia, baik dari segenap pengurus panti maupun bapak dan ibu guru yang ada di SLB A. YAPTI.
“Adapun anggaran kegiatan ini bersumber dari kolaborasi antara sekolah dan panti serta relawan yang memiliki kepedulian dengan kegiatan ini,” sambungnya.

Lebih lanjut Kandacong menjelaskan, kegiatan ini diikuti sebanyak 62 orang yang mencakup pengurus panti, bapak dan ibu guru SLB-A YAPTI dan adik-adik mahasiswa yang menjalankan kegiatan kita ini.
“Insya Allah kegiatan ini dilaksanakan pada 15 Agustus 2023 hingga 17 Agustus 2023 dengan berbagai kegiatan diantaranya: Lomba jejak malam, balap karung estafet, sepak bola dan baris-berbaris dan diakhiri dengan upacara HUT RI ke-78.

Sementara Subu selaku kepala sekolah dalam sambutannya mengatakan:
“Alhamdulillah, selama saya kurang lebih 20 tahun di YAPTI dan mengikuti perkemahan yang kita adakan tiap tahunnya, maka perkemahan 2023 yang paling semarak, itu tidak lepas dari usaha kita semua baik panti maupun sekolah, dan didukung oleh pimpinan tertinggi dalam hal ini Ketua Dewan Pembina.”

Ketua dewan Pembina sangat mengizinkan untuk berkreasi dalam hal kegiatan apapun, untuk kemajuan anak-anak di YAPTI.
“Oleh karena itu saya sampaikan bahwa kita sangat bersyukur dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak diskriminasi lagi kepada Disabilitas karena setiap penerimaan pegawai Disabilitas memiliki kuota 2 persen.”

Oleh karena itu dengan adanya kebijakan ini kita harus termotivasi untuk mengasah kemampuan kita, baik dari segi pendidikan dan berbagai sektor lain, ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *