Tangis Haru Orang Tua Merebak di Acara Wisuda Santri Rumah Tahfidz Ibnu Amir

Bagikan :

Makassar, kananews.net – Rumah Tahfidz Ibnu Amir telah menyelanggarakan Wisuda Pertama pada Ahad 29 Januari 2023, kegiatan ini diselenggarakan di Aula PSBB MAN 2 Kota Makassar diiringi hujan yang tidak surut sepanjang pagi hingga siang hari, hal tersebut tidak membuat antusisme masyarakat, orang tua, bahkan pemerintah untuk datang dan berkumpul mengikuti prosesi wisuda.

Momentum wisuda santri yang telah menyelesaikan dan telah lulus ujian hafalan surah al-Waqiah dan Juz 30 menjadi motivasi yang membuat setiap yang mendapatkan informasi kegiatan ini berusaha menembus derasnya hujan.

 

Wisuda tahfidz pertama ini mengangkat tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dari Rumah” dengan tujuan agar setiap rumah terdapat orang-orang yang senantiasa melantunkan bacaan al-Qur’an sehingga terbangun keluarga Qur’ani yang nantinya dapat melahirkan masyarakat yang cinta al-Qur’an, diketahui jumlah santri yang di wisuda sebanyak 55 orang dengan rincian 18 orang menghafal juz 30 dan 37 orang menghafal surah al-Waqiah dari jumlah santri yang sudah lebih dari 200 termasuk yang terdapat di Jl. Mannuruki Makassar, Perumahan Gerhana Alauddin Malengkeri, Perumahan Green Cakra Taeng , santri yang diwisuda mulai dari umur 7 tahun bahkan diantara mereka sudah ada yang mampu menghafal surah al-Waqiah dan Juz 30.

Kegiatan ini, selain dihadiri oleh orang tua santri juga dihadiri oleh tamu undangan dari berbagai kalangan, tak luput juga hadir dari pemerintah provinsi sulawesi selatan yang diwakili oleh kepala Biro KesraB Iqbal Najamuddin, bahkan dalam sambutannya beliau sangat tersentuh dengan lahirnya anak-anak yang mulai menghafal al-Qur’an dari umur 5 tahun melalui lembaga Rumah Tahfidz Ibnu Amir, beliau berpesan sebagaimana pidato dan pesan Gubernur Sulawesi Selatan bahwa kegiatan seperti ini harus dijaga karena mampu membawa perubahan besar dimasa mendatang, dalam sambutannya beliau juga mengatakan bahwa pemerintah provinsi Sulawesi Selatan juga memiliki program Karantina Tahfidz namun khusus untuk yang tingkat SMA.

Selain pemerintah provinsi, juga turut hadir Kepala Kementerian Agama Kota Makassar Bapak H. Irman, S.Ag., M.Si, dalam sambutannya mengatakan bahwa apa yang telah dilakukan Rumah Tahfidz Ibnu Amir adalah sebuah langkah yang sangat positif dalam membangun generasi cinta Qur’an, Kemeterian Agama terus memberikan dukungan penuh terhadap pembinaan-pembinaan baca tulis dan hafal al-Qur’an yang tentunya akan sangat baik dalam memberikan bekal untuk hidup dunia akhirat, dalam sambutannya pula memberikan pesan agar dalam menjalankan proses pendidikan di Rumah Tahfidz jangan lupa mengjarkan nilai-nilai nasionalisme agar santri memiliki jiwa religius dan nasionalisme yang baik, cinta agama, cinta negara, dan toleran. Diakhir acara Kepala Kementerian Agama Kota Makassar juga ikut menguji hafalan santri dengan mengajukan beberapa pertanyaan baik sambung ayat maupun tebak ayat, dengan mudahnya santri menjawab semua pertanyaan beliau sehingga sangat mengapresiasi dan mengakui metode yang di gunakan Rumah Tahfidz Ibnu Amir dalam mengajarkan hafalan bagi santri.

Pada kesempatan yang sama juga turut hadir anggota DPRD Kota Makassar Bapak Arifin Dg. Kulle, beliau bukan hanya sebagai pejabat namun menjadi bagian dari Rumah Tahfidz Ibnu Amir yang tinggal bertetangga di Mannuruki, beliau sangat terkesan dengan capaian santri bahkan sempat terharu dan meneteskan air mata melihat santri yang masih beliau mampu menghafal al-Qur’an surah al-Waqiah dan Juz 30 dan anak-anak itu adalah warga masyarakat yang tinggal di tempat yang sama dengan tempat tinggalnya, dalam menutup sambutannya beliau menyatakan siap membantu Rumah Tahfidz Ibnu Amir untuk terus berkembang baik dalam dukungan moril maupun materil.

Pimpinan Rumah Tahfidz Ibnu Amir dalam sambutannya menyampaikan kondisi rumah tahfidz yang saat ini masih meminjam rumah untuk dijadikan rumah tahfidz karena belum memiliki tepat yang permanen dan juga belum mampu memberikan gaji kepada setiap guru yang telah meluangkan waktunya dalam membimbing santri dalam menghafal al-Qur’an dan mengajarkan ilmu agama, sehingga kedepannya beliau berharap dapat memiliki tempat yang lebih baik dari yang sekarang dan sifatnya milik rumah tahfidz dan juga dapat mensejahterakan guru-guru melalui infaq terbaik orang tua santri dan dari donatur.

Kegiatan wisuda berlangsung dengan sangat mengharu biru, membuat setiap yang hadir sampai meneteskan air mata melihat prosesi wisuda ketika santri penghafal dikalungkan medali dan diberikan ijazah, bukan hanya orang tua santri namun seluruh hadirin yang terdiri dari kurang lebih 500 orang ikut terbawa keadaan terutama ketika wisudawan menyanyikan lagu impian sahabat qur’an disertai puisi yang dipersembahkan untuk orang tua dan guru-guru mereka. Dalam salah satu liriknya “kuhafal qur’an setulus hati, walau berat kan kulalui, demi satu cita mulia, menghantar ayah ibu ke syurga”. Tangis haru semakin merebak ketika santri orang tua santri diminta naik kepanggung menghampiri anak-anak mereka, sehingga seisi gedung menjadi hening dan hanya terdengar isak tangis dan pelukan hangat sebagai tanda kesyukuran akan capaian anak-anak dalam menghafal al-Qur’an.

Semoga Wisuda Tahfidz kali ini berhasil mengantarkan para santri menjadi generasi yang cerdas secara akademis dan sekaligus menjadi sahabat Al-Qur’an. Generasi yang selalu berinteraksi dengan Al-Qur’an, generasi yang menebarkan cahaya-cahaya al-Qur’an disetiap tempat yang mereka ada disana termasuk dirumah. sesuai dengan tema wisuda tahfidz pertama ini “Menebar Cahaya Al-Qur’an dari Rumah”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *