Gelar Maulid 1444 Hijriah, Dr. Ikhwan Bahar, S.Pd.I., M.Pd: Banyak Perkara Maulid yang Mesti Diluruskan

Bagikan :

Makassar, kananews.net – (Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia) ITMI bekerja sama dengan Yayasan Pembinaan Tunanetra Indonesia (YAPTI) menggelar kajian rutin yang dirangkaikan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriah / 2022 Miladiah pada Sabtu, 3 Rabiul Akhir 1444 Hijriah / 29 Oktober 2022 Miladiah kemarin.

Diketahui tema yang diusung oleh panitia adalah: “Menelusuri Keagungan Akhlak Nabi Muhammad SAW melalui Syiroh Nabawiyah”, kegiatan tersebut terselenggara di Aula Serbaguna YAPTI Makassar Jalan Kapten piyere Tendean Blok M/7, Kelurahan Ujung Pandang Baru, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Dalam kegiatan itu Tidak kurang dari 50 orang Penyandang Disabilitas Tuna Netra dari berbagai daerah yang berkumpul mengikuti Pengajian Rutin itu.

Sebelum memulai kegiatan Ilham Rahman selaku ketua panitia penyelenggara mengungkapkan: “Kegiatan ini adalah bagian dari program kerja ITMI (Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia) Sulawesi Selatan yang bekerja sama dengan Pengurus YAPTI Makassar, selain dari kajian rutin momen ini juga sebagai ajang silaturrahmi antara pengurus YAPTI, binaan dan alumni YAPTI.”

Dilain pihak Ketua ITMI Sulsel, Hamzah sangat berterimakasih atas partisipasi dan kehadiran para pengurus ITMI dan para alumni YAPTI bersama keluarganya, dan berharap agar acara keagamaan ini juga menjadi wadah silaturahim antara sesama.
“Saya berharap ikatan tunanetra muslim Indonesia ini bisa juga terbentuk di kabupaten Bulukumba agar syiar-syiar keagamaan bisa menyentuh teman-teman tunanetra yang ada di Kabupaten bulukumba itu sendiri.”

Sebelum memasuki hikmah maulid pembacaan Qalam Ilahi oleh Chandra Kirana sehingga kegiatan ini semakin khusyu.

Sementara itu: Ustadz Dr. Ikhwan Bahar, S.Pd.I., M.Pd. Dalam ceramahnya menyampaikan:
“Ada beberapa perkara maulid yang mau diluruskan seperti Nabi lahir pada 12 Rabiul Awwal tahun gajah, tahun gajah ini hanya pengistilahan saja bukan tahun sebenarnya, dimasa itu juga ada tentara bergajah dari Yaman yang bernama Raja Abraha datang untuk menghancurkan Ka’bah dengan menggunakan tentara Gajah sehingga disebutlah tahun gajah.” Tegas Ustadz Ikhwan Bahar Ketua Majelis Dai Muda Pusat Bulukumba yang juga Pengurus Yayasan pembinaan tunanetra Indonesia itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *