Punya Segudang Konsep, IPM Sulsel Juga Punya Segudang Masalah

Bagikan :

Berdiri sejak tahun 1961 kini Ikatan Pelajar Muhammadiyah telah berusia 61, menjadi organisasi otonom Muhammadiyah yang mewadahi pelajar-pelajar telah banyak memberikan gebrakan hebat khususnya untuk pelajar, sebagai pelopor pelangsung penyempurna amanah.

Menciptakan berbagai wacana gerakan hingga terealisasi, seperti gerakan pelajar berkemajuan, gerakan pelajar sehat, gerakan pelajar berdikari, student earth generation, dll.

Dalam buku SPI Berkemajuan (2014: 15) mengatakan bahwa dengan Gerakan Pelajar Berkemajuan, IPM mendialogkan masa lalu, kekinian, dan masa depan tidak hanya akan menghasilkan konsep-konsep, ide-ide atau gagasan-gagasan mengenai Islam dan peta akan realitas kekinian melalui pembacaan sosial dan antisipasi masa depan, tetapi konsep-konsep tersebut harus diin-karnasikan dalam sebuah tubuh yang disebut dengan gerakan.

Melalui gerakan inilah IPM bukan sekedar produsen konsep-konsep atau ide-ide, bukan sekedar organisasi an-sich dan bukan pula sekedar penanda bagi kerumunan pelajar yang mempunyai minat yang sama.

Disebut sebagai sebuah gerakan, maka IPM
paling tidak harus memiliki tiga hal, yaitu paradigma, infrastruk-tur dan mobilisasi sosial.

Namun dibalik hebatnya gebrakan IPM sampai hari ini tak lepas dari berbagai dinamika yang terjadi dan berbeda di setiap wilayah IPM.

Dengan hadirnya dinamika harusnya menjadi variabel yang perlu dituntaskan oleh personil IPM. Seperti yang terjadi pada forum Konferensi Pimpinan Wilayah IPM Sulsel yang berlangsung pada tanggal 28-30 Oktober 2022.

PW IPM Sulsel dengan berani mengadakan kegiatan tersebut tanpa menuntaskan problematika internalnya, sehingga tercium oleh beberapa PD IPM di Sulsel.

PW IPM Sulsel bukannya memperbaiki dan menyelesaikan problematika internalnya justru menambah problematika yang ada dengan menutupi kehadiran tiga Kabid PW IPM Sulsel (Kabid Perkaderan, Kabid KDI, dan Kabid Ipmawati).

Dengan kebohongan pada saat Pleno III Laporan Pertanggungjawaban Separuh Periode PW IPM Sulsel 2021-2023.

Ada apa dengan Konpiwil PW IPM SULSEL periode 2021-2023 sehingga menutupi kehadiran tiga Kabid PW IPM Sulsel. Mestinya pimpinan mengedepankan kejujuran, dan berkata apa adanya.

Jelas ketiganya telah melayangkan surat pengunduran diri, sesuai dengan mekanisme organisasi yang berlaku.

Ketua Umum PW IPM Sulsel menutupi hal tersebut, didepan anggota konpiwil ia justru mencari alasan dan pembenaran.

Kehadiran para peserta konferensi, merepresentasikan daerah mereka masing-masing, kebiasaan mengibuli publik tidak boleh dijadikan tradisi.

Jangan sampai wacana-wacana gerakan IPM hari ini hanya omong kosong teori belaka.Kami dari daerah mengharapkan akan kejelasan mengenai kebohongan yang dilontarkan PW IPM Sulsel di forum konpiwil.

Berharap ada kejelasan dari tindakan amoral demikian, dan pimpinan mesti menjelaskan ke PD IPM se Sulsel akan kebenaran sesuai fakta integritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *