SLB-A YAPTI Gelar Pembelajaran di Enrekang, Samsul Sempak: Disabilitas Bisa Juga Berkarya

Bagikan :

Enrekang, kananews.net – Rombongan Yayasan pembinaan tunanetra Indonesia (YAPTI) menggelar Outing Class di desa bubun Lamba kecamatan Angge raja Dusun Bunu kabupaten Enrekang, kegiatan ini terlaksana sejak Sabtu 1 hingga Ahad 2 Oktober 2022 kemarin. Kegiatan ini dimeriahkan oleh siswa siswi SLB-A YAPTI dan masyarakat sekitar, dengan mengusung tema Menembus Keterbatasan Menerjang Tantangan.

Dalam kegiatan ini turut hadir tokoh pemuda dan tokoh agama setempat yang menyambut baik kedatangan siswa-siswi dan guru SLB-A YAPTI, tak terkecuali Usman Kadam selaku tokoh masyarakat setempat yang turut bahagia dengan hadirnya mereka.

“Saya ucapkan selamat datang di kampungkami karena kehadiran adinda merupakan motifasi besar untuk kami sebagai tuan rumah terutama generasi muda yang belum termotifasi untuk menempu pendidikan”.

Untuk itu ini menjadi penyemangat buat kita semua terkhusus pemuda yang masih menempuh pendidikan agar bisa menyamai semangat teman-teman disabilitas untuk menempuh pendidikan ungkapnya sekaligus membuka kegiatan ini secara resmi.

Sementara itu kepala sekolah SLB-A YAPTI Subu B. S.pd mengungkapkan: “kegiatan ini rutin kami adakan tiap tahunnya.”

“4 tahun yang lalu kami berkunjung ke Bulukumba buat kegiatan seperti ini, 3 tahun yang lalu kami di Bantaeng, setahun yang lalu kami di Sinjai dan tahun ini kami di Enrekang, kegiatan ini didanai oleh APBN dalam bentuk dana bos, saya sangat takjuk menyaksikan langsung masyarakat Enrekang yang sangat ramah dan antusiasnya untuk hadir di tempat ini dan saya juga mempersembahkan lewat anak-anak kami talenta-talenta yang sesuai kemampuannya.”

Di sekolah kami ada 5 orang Enrekang dan semuanya berprestasi tegasnya.

Dari pantauan Awak media di lokasi para siswa-siswi diajarkan menangkap ikan, mengenal buah-buahan dan menampilkan talenta-talenta yang iya miliki seperti: drama, puisi, menyanyi dan bermain sepak bola.

Sementara itu: Samsul Sempak sebagai orang tua siswa sangat berharap kepada pemerinta agar lebih besar lagi perhatiannya kepada penyandang disabilitas. “Harapan saya sebagai warga Kabupaten Enrekang sekaligus orang tua salahsatu siswa agar masyarakat Massenrengpulu lebih memperhatikan disabilitas, dengan seperti itu tidak ada lagi perbedaan antara non disabilitas dan disabilitas.”

Kami berharap kegiatan ini sering-sering di lakukan supaya masyarakat lebih memahami anak-anak disabilitas itu punya kemampuan dan keterampilan yang tidak bisa dipandang rendah. Ungkapnya kepada awak media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *