Catatan Cinta Untuk Musda Ke VII KAMMI Luwu Raya

Bagikan :

Oleh: Muh Imran (Kader KAMMI)

kananews.net – Hari ini Pengurus Daerah KAMMI Luwu Raya menggelar Musyawarah Daerah di Kota Palopo sebagai Konsekuensi dari sebuah organisasi yang mendeklear diri organisasi kader yaitu dibutuhkan yang namanya regenerasi. Musda ini juga dimaksudkan untuk mengevaluasi gerakan sekaligus membuat planning untuk beberapa waktu kedepan.

Pertama, saya sebagai kader yang menyaksikan agenda ini dari jauh mengucapkan Selamat dan Sukses atas terselenggaranya Musda kali ini. Semoga semua keputusan yang disepakati bersama bisa dijalankan bersama-sama pula. Semoga KAMMI Daerah Luwu Raya lebih baik.

Kedua, dari jauh saya mengamati ada beberapa hal yang perlu dievaluasi kedepan. Namun, sebelum jauh saya mau menegaskan satu hal bahwa catatan ini saya buat bukan dalam rangka mencampuri rumah tangga Kamda Luwu Raya melainkan hanya sebatas saran dan nasehat dari seorang kader yang masih peduli akan perbaikan organisasi ini.

1. Musda VII Luwu Raya ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal PW KAMMI Sulsel, saudara Iskandar Zulkarnain. Kemana Ketua Umum PW KAMMI Sulsel? Kenapa bukan beliau yang membuka acara penting ini. Acara yang hanya dilaksanakan sekali selama kepengurusan.

2. Saya melihat dalam tayangan pembukaan Musda VII Luwu Raya yang disiarkan lewat akun IG tidak terlihat stakeholder setempat dalam hal ini pejabat Pemkot atau Pemkab sebagai tamu undangan. Begitu juga dengan OKP yang selama ini menjadi “teman jalan” KAMMI Luwu Raya. Miris rasanya melihat fenomena yang diperlihatkan.

Ini tentu sangat berkebalikan dengan semangat yang diangkat lewat momentum Musda kali ini yaitu optimalisasi peran KAMMI dalam pembangunan daerah Luwu Raya. Kalau mau optimalisasi peran minimal Komunikasi nyambung dengan semua stakeholder daerah termasuk OKP. Kalau komunikasi saja tidak nyambung apa yang mau dioptimalkan dalam pembangunan.

3. Poin tiga ini juga tidak kalah meresahkannya bagi saya pribadi yaitu penampakan sidang yang dipimpin langsung oleh seorang Ketua Umum. Kemana pengurus daerah lainnya? Kenapa Ketua Umum dibiarkan mengambil alih “urusan palu sidang” secara langsung?

Sedangkan kita tau bahwa konstitusi Organisasi kita jelas dalam pasal 7 tentang Visi: ” Wadah perjuangan permanen yang melahirkan kader-kader pemimpin dalam upaya mewujudkan bangsa dan negara Indonesia.

Nah bagaimana bisa mengindahkan Pasa 7 itu kalau Dalam proses belajar di KAMMI seperti yang terjadi sekarang dalam proses Musda VII KAMMI Daerah Luwu Raya.

Kita semua  paham bahwa Pleno I dipimpin langsung oleh SC Musda. Tapi harus ka Ketua Umum juga Ketua SC Musda? Kalau iya mungkin baiknya kedepan Ketua SC dipegang oleh Ketua Bidang atau Maksimal Sekjen. Biarkan Ketua Umum cukup menjadi penanggung jawab utama saja, karena Ketua Sebagai kepala atau pemikir, jangan kembali di bebankan pada hal-hal yang bisa menjadi wadah belajar Kader untuk menjadi pemimpin. Dan kemudia gaya seperti itu tak di indahkan dalam konstitusi organisasi kita.

Masa iya Ketua Umum dipaksa berbantah-bantahan soal diksi (Bahas tatib dll) dengan kader baru?, ya bagi saya pribadi itu bukan salah, tapi Dalam proses belajar di organisasi dan proses melatih mental kader untuk dalam berdialektika di forum. Jadi bagi saya biarkan lah Kader berdialektika sebagai bentuk pembelajaran.

4. Kemudia catatan lain, pada musda dengan menyaksikan Dari jauh atau pada Live Di iG KAMMI luwu raya.

Saya mendengar sambutan dari Sekjend PW, Bang Zul  menyampaikan Bahwa Kami akan sering² ke Luwu Raya, bahkan menegaskan Akan datang untuk bagi2 kue, supaya wilayah tidak terkesan Wilayah urus Makassar to’saja. Dan juga memberikan Isyarat untuk teman2 di Luwu Agar bersiap² menjadi tuang Rumah Muswil.

Tapi bagi saya pribadi Itu perlu di pertimbangkan Oleh PW terkait dengan itu, Karena melihat dan menimbang Poin² yang saya sampaikan di atas.

Dimana hubungan dengan Stakeholder di Luwu saya lihat tidak terbangun kemunikasi bahkan bisa saya bilang tdk nyambung, jangan stakeholder ke Pemkot atau Pemda, Ke OKP saja bisa saya sebut tdk terbangun.

Karena Pada pembukaan Musda VII saya tidak melihat ada Tamu undangan yang hadir. Jadi saya menegaskan untuk di pertimbangkan Kembali.

Pada penutup saya mau menegaskan, tulisan ini murni dari hati Nurani untuk berpikir Demi perbaikan Organisasi untuk masa depan yang lebih baik, soal ada salah atau keliru mohon maaf dan mari kita diskusikan dengan baik.

Karena menghakimi bukan tugas saya, saya hanya berpikir dan Merefleksi dan menganalisa kesatuan yang mengajarkan banyak kepada saya.

Maka lagi² saya tegaskan, saya buka  mau menyalahkan atau menghakimi tapi ini hanya untuk catatan cinta sebagai refleksi buat kesatuan ini lebih BAIK Di masa depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.