PB PMII Meminta Rektor UIN Alauddin Makassar Minta Maaf, Ada Apa?

Bagikan :

Gowa , kananews.net – Penurunan paksa atribut organisasi Mahasiswa ekstra kampus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di kampus peradaban UIN Alauddin Makassar (30/8/2022) malam menuai kecaman. Melihat kejadian tersebut, Wakil Bendahara Umum Bidang Kaderisasi Nasioanal PB PMII 2021-2024, Fathullah Syahrul angkat bicara.

Menurutnya, tindakan tersebut adalah bentuk kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh pihak UIN Alauddin Makassar, organisasi Mahasiswa ekstra kampus adalah tempat berproses bagi Mahasiswa tanpa terkecuali.

“Ini adalah bentuk kesewenang-wenangan, UIN Alauddin sudah tidak ramah lagi dengan organisasi Mahasiswa ekstra kampus khususnya PMII’, ucapnya dia.

Alumni Jurusan Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar ini menilai Rektor tidak fair dengan tindakan tersebut, pasalnya atribut beberapa organisasi Mahasiswa ekstra kampus lainnya masih terpampan jelas di momentum penerimaan Mahasiswa Baru  UIN Alauddin Makassar tahun 2022.

“Pihak Rektor tidak fair dengan tindakan dan atau kebijakan seperti ini, jika memang mau fair di momentum penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2022 seharusnya tidak ada artibut organisasi Mahasiswa ekstra kampus lainnya, tetapi pada faktanya hanya atribut PMII yang dipaksa untuk menurunkan”, kata dia.

Fathullah Syahrul mengungkapkan, bahwa Rektor UIN Alauddin Makassar seharusnya menghargai kebebesan perpendapat, kebebasan berekspresi, kebebasan berserikat dan itu dilindungi oleh Undang-Undang.

“Rektor UIN Alauddin Makassar harus memberi ruang pada organisasi Mahasiswa ekstra kampus khususnya PMII dan tidak sewenang-wenang menurunkan atribut, karena kebebasan berserikat itu jelas dilindungi oleh Undang-Undang”

Oleh sebab itu, Fathullah Syahrul menegaskan bahwa Rektor UIN Alauddin Makassar harus meminta maaf secara terbuka kepada organisasi Mahasiswa ekstra kampus khususnya PMII dan menjalankan kebijakannya secara fair.

“Rektor harus meminta maaf secara terbuka, khususnya kepada kader-kader PMII dan menjalankan kebijakannya secara adil”, tegas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.