Gelar Diskusi Tematik, Difabel Sudah Seharusnya Melawan

Bagikan :

Makassar, kananews.net – Dewan Pengurus Daerah Persatuan Tunanetra Indonesia (DPD PERTUNI) Sulsel bekerjasama dengan Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK) menggelar diskusi tematik yang diselenggarakan di di Aula Serbaguna YAPTI Makassar, Jalan Kapten Pierre Tendean blok M/7 pada Ahad , 28 Agustus 2022 kemarin, mengangkat tema, “Mengapa Difabel Penting Menulis dan Dituliskan?”

Kegiatan ini dihadiri dari berbagai organisasi kampus diantaranya: HMJ PKH UNM, HIMA Antropologi UNHAS dan Atlas Jurusan Hukum.

Kegiatan ini dipandu langsung oleh aktifis Difabel Dr. Ishak Salim, S.IP., MA. Dalam diskusi itu Ishak Salim mengungkapkan:
“Difabel itu harus Menulis dan Dituliskan karena dia sebagai kelompok rentan yang mengalami perlakuan tidak adil dari aspek kebijakan mau pun program dan sumber daya Difabel itu sendiri.”

Lebih lanjut iya menegaskan Difabel itu masuk pada kelompok rentan karena menjadi Difabel itu membutuhkan sejumlah alat bantu untuk bisa melakukan aktifitas sehari-hari, dengan adanya alat bantu tersebut itu bisa mendukung mobilitasnya dan kemampuan kopnitip untuk belajar, bekerja dan berolahraga. Itu tidak mudah tersedia seperti oran-orang pada umumnya yang beraktivitas tanpa ada kesulitan seperti itu, ungkapnya.
“selain itu ketika Difabel ingin memenuhi alat-alat bantu mereka itu belum memungkinkan untuk leluasa bergerak karena kondisi lingkungan tidak akses hal ini yang membuat kerentanan baru, walau pun secara finansial bisa cari alat bantu, tetapi untuk keluar itu masih membutuhkan kendala, dan itu semua harus dibenahi, Harus dikabarkan bahwa lingkungan yang tidak akses itu merugikan Difabel” terangnya.

Dengan menuliskan persoalan Difabel itu menjadi upaya terus menerus untuk keluar dari stikma negatif Difabel, saya berharap dengan adanya teman-teman Difabel yang mengangkat tulisan-tulisan yang bisa mencerahkan pemikiran orang dan tulisan itu mampu mengubah polah fikir yang ditanam sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang sudah keliru, tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.