Raih Gelar Doktor di Usia Muda, Perempuan berdarah Bugis ini Hasilkan 12 HKI, 1 Merk Dagang dan 5 Jurnal Scopus

Bagikan :

Makassar, kananews.net – “Janji Allah bahwa akan mengangkat derajat seseorang yang menuntut ilmu”, hal inilah yang menjadi pegangan Mesra Rahayu yang telah resmi mendapatkan gelar Doktor pada Kamis 25 Agustus 2022 di Universitas Hasanuddin.

Kegiatan Sidang Ujian Promosi Doktor dihadiri langsung oleh Keluarga Besar Amiruddin dan Nur Alam selaku orang tua dari Mesra Rahayu dan kerabat dekat yang digelar di ruangan Pascasarjana Aula Prof. Fachrudin Universitas Hasanuddin Makassar, secara hybrid.

Menariknya, pada kegiatan ini hadir juga teman-teman Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (PDSN) dari berbagai Provinsi yang turut andil mengucapkan selamat kepada Mesra Rahayu dengan mengukir bunga hias yang terpajang disetiap sudut-sudut ruangan, diketahui PDSN yang hadir dari berbagai daerah diantaranya Makassar, Manado, Bali dan Bandung.

Seusai Ujian Promosi doktornya Mesra mengungkapkan kepada awak media bahwa mendekati PDSN dari aspek psikologi itu kita perlu pendekatan secara hati, tak hanya PDSN yang memerlukan itu tapi semua kalangan memerlukan pendekatan hati atau pendekatan sosial dan berkomunikasi, hal ini harus bersatu agar bisa berintraksi dengan baik dan bisa keluar dari mental block, ujar Mesra yang juga selaku dosen PoltekKes Megarezky.

“Dalam strata 3 ini kami juga membuat aplikasi Netra Sehat yang mana aplikasi itu dampaknya sangat besar bagi Literasi Kesehatan bagi PDSN agar dapat mengetahui informasi kesehatan yang standar dan mereka bisa mengikuti edukasi yang ada di dalamnya” ujar Founder Sahabat Netra kepada awak media.

Dari penelitian ini menghasilkan 12 HKI, 1 Merk Dagang dan 5 Jurnal Scopus yang akan publish di Jurnal Internasional, dan ini semua memiliki dampak keilmuan maupun secara teknis untuk PDSN sambungnya.

Tak hanya itu setelah dinyatakan resmi mendapatkan gelar doktornya, Mesra berharap agar bisa lebih bermanfaat lagi terkhusus kepada PDSN dan masyarakat luas secara umum hingga akhir hayatnya.

Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., M.Sc.PH.PH.D selaku dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas mengapresiasi pencapaian tersebut, Keberhasilan yang dicapai oleh Ibu Mesra sungguh luar biasa di mata saya sebagai Pimpinan FKM Unhas, kita butuh orang seperti beliau, orang hebat yang punya tanggung jawab, dia punya kepedulian dan dia punya catatan-catatan serta prestasi yang menurut saya sungguh luar biasa.

“Mesra itu bukan hanya secara akademik bagus tapi kemampuan mengorganisasian dan kepeduliannya luar biasa, jadi kalau tadi dia dapat predikat Cumlaude secara akademik, saya rasa lebih dari akademik pun diapun Cumlaude” ujarnya dalam prosesi sidang.

Lanjut Prof. Sukri, yang lebih menarik lagi adalah Mesra melakukan penelitian selama 1,7 tahun, menurutnya belum pernah ia mendengar seorang Mahasiswa Doktor di Fakultas FKM Unhas meneliti 1,7 tahun dan benar-benar meneliti.

“1.7 tahun ini terbukti dengan dihasilkannya 5 Scopus serta 12 HKI, padahal dosen dosen itu susah mendapatkan HKI,” sambungnya.

Ibu Ida Ayu Pradnyani Manthara selalu Ketua Yayasan Pendidikan DriaRaba Bali yang turut hadir langsung menyampaikan bahwa ketika Ibu Mesra datang ke Bali dan melakukan penelitian, ia sangat bangga dengan pencapaian Ibu Mesra dalam menciptakan aplikasi yang sangat berguna buat PDSN.

“Mbak Mesra ini luar biasa yah, jarang didapatkan orang seperti ini. Kemarin waktu mau balik ke Makassar saya doakan ke Mbak Mesra mendapatkan yang terbaik ketika selesai nanti, dan itu terwujud, dia mendapatkan Cumlaude,” tutup Ibu Dayu kepada media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.