Waspada Penipu Berkedok Customer! Sasaran Utamanya Pebisnis Online

Bagikan :

Makassar, kananews.net – Kasus penipuan di Kota Makassar tak kunjung usai habisnya. Motif penipuan pun kian variatif. Termasuk penipuan berkedok customer (pelanggan). Pebisnis online menjadi sasaran utama untuk menjalankan rencana penipuan ini. Daeng Sally, salah seorang owner bisnis meubel di Kota Makassar ini mengaku beberapa kali diserang penipu berkedok customer.

“Mula-mula si pelaku ingin membeli barang jualan yang diposting, lalu saat deal harga, pelaku mengaku punya atasan yang akan mentransfer lebih dari harga jual barang yang telah disepakati. Hebatnya, pelaku bakal mengirim semacam bukti transfer palsu yang sudah diedit pelaku yang saya curiga diedit melalui aplikasi desain grafis. Lalu saat setelah mengirim bukti transfer, si pelaku kemudian meminta untuk ditransferkan sisanya ke nomor rekening pribadinya.” Ujar Daeng Sally, pria berusia 28 tahun ini.

Ia juga menambahkan, agar jangan mudah percaya dengan seorang pembeli yang langsung transfer ke rekening penjual.

“Intinya, jangan mudah percaya, kalau saldo rekening ta belum dicek dan uangnya benar-benar sudah ditransfer. Sebaiknya, setiap pebisnis online harus punya mobile banking atau paling tidak sms banking. Jadi gampang diketahui apabila transferannya udah masuk atau belum.” Tambahnya.

Daeng Sally mengaku sudah dua kali mendapat penipu seperti itu. Waktu pertama kali, katanya ia hampir kecolongan karena sudah bersiap-siap untuk men-transfer ke rekening pribadi si penipu. Beruntung, saat itu saldo di ATM-nya tak cukup. Di situlah Daeng Sally mulai curiga atas rencana penipuan tersebut.

“Saya sudah 2 kali diserang penipu semacam ini. Yang pertama saya hampir kecolongan untuk transferkan uang ke si penipu, beruntung saldo saya saat itu tak cukup karena memang uangnya belum masuk. Beberapa hari selanjutnya, si penipu itu kembali chat saya di WA menggunakan nomor baru. Dari awal saya curiga kalau dia penipu karena skema dan cara chatnya hampir saja dengan yang sebelumnya. Dan akhirnya saya tipu balik dia, dengan mengirimkan bukti transfer palsu dan memberi sedikit ancaman agar hidupnya tidak tenang.” Tutupnya sambil tertawa kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.