Jelang Idulfitri 1443 H, Pemprov Sulsel Akan Adakan ‘Gelar Pangan’

Bagikan :

Makassar, kananews.net – Menjelang hari raya Idulfitri 1443 H, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan menyelenggarakan Gelar Pangan di beberapa daerah di Sulsel. Ada 6 zona yang akan menjadi sasaran.

“Ini menjadi komitmen bersama antara pemerintah pusat dan juga Pemerintah Provinsi Sulsel untuk menyediakan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat,” kata Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Kamis (21/4/2022).

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Sulsel, Kemal Redindo Syahrul Putra mengatakan, bahwa pelaksanaan Gelar Pangan ini dilakukan dengan dirangkaikan Gerakan Bantuan Pangan pada masyarakat. Gerakan itu merupakan kerja sama Kementerian Pertanian dengan Dinas Ketapang Sulsel, dan Dinas Ketapang kabupaten/kota.

Kata Kemal, dalam distribusi pangan ke masyarakat, pemprov menawarkan komoditas pangan strategis seperti beras, jagung, daging sapi, daging ayam, telur ayam, cabe rawit, cabe merah, bawang putih dan bawang merah, gula dan minyak.

“Gelar pangan ini merupakan even dalam menyiapkan semua pangan lokal dengan harga yang terjangkau, serta berkualitas untuk masyarakat. Sekaligus mempermudah akses pangan bagi masyarakat. Tujuannya memengaruhi harga pasar agar tidak terlalu fluktuatif, dan menjaga stabilitas harga,” jelasnya.

Pelaksanaan Gerakan Gelar Pangan dalam rangka Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) sebelumnya telah dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina pada 30 Maret 2022.

“Pelaksanaan gelar pangan ini kita sudah lakukan tiga hari menjelang Ramadan. Dan nanti akan kembali digelar sekitar 3 hari menjelang Lebaran Idul Fitri 1443 H,” kata Kemal.

Lanjutnya, adapun gelaran pangan dilakukan secara serentak pada 6 zona. Meliputi Makassar, Bulukumba, Pinrang, Bone, Enrekang dan Luwu sebagai perwakilan dari 24 kabupaten/kota. Ia menyebutkan, salah satu tujuan Gelar Pangan untuk mengatasi harga harga pangan yang mulai meroket.

Bantuan pangan dari Kementerian Pertanian dalam program didrop dalam jumlah cukup besar. Di antaranya minyak goreng sebesar 23.000 liter dan gula pasir 25.000 ton. Seluruhnya akan didistribusi kepada dinas ketapang 24 kab/kota dengan melibatkan camat pada kab/kota untuk agar lebih teratur di masa pandemi Covid-19.

Pihak lain yang ikut dilibatkan Bulog sebagai bantuan gudang penyimpanan dan distribusi bantuan, Dinas Peternakan Sulsel, Dinas Pariwisata serta para pelaku usaha seperti Japfa, Pokphan dan peternak telur ayam yang ikut membantu terselenggaranya kegiatan ini. (*)

Sumber: pedoman.media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *