Peringati Kebijakan Jokowi, Aliansi Unismuh Satu Kembali Gelar Unras

Bagikan :

Makassar, kananews.net – Kecewa dengan sikap Pemerintah, Aliansi Unismuh Satu kembali menggelar Unjuk Rasa (Unras) di Jl. Sultan Alauddin (Depan Kampus Unismuh) pada Kamis (21/04/2022).

Mahasiswa Unismuh pada Unras kali ini membawa 8 tuntutan. Di antaranya, mendesak Menteri Perdagangan untuk normalisasi harga bahan pangan, normalisasi polemik BBM, selain itu mereka juga menolak kenaikan PPN.

Aksi yang dipimpin oleh Alfitra Haskar ini juga menuntut agar Pemerintah mencopot Ketua DPR RI (Puan Maharani), Luhut Binsar Pandjaitan (Menteri Koordinator Maritim dan Investasi), juga meminta agar diterbitkan Perpu UU Umnibus Law, serta mengecam keras tindakan represif aparat Kepolisian.

Aris Munandar, Ketua Umum (Ketum) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) dalam orasinya berusaha memberikan pemahaman kepada para pengguna jalan. Kata dia, aksi ini mereka gelar betul-betul berangkat dari keresahan masyarakat.

“Minyak goreng sejauh ini masih langka, BBM naik, PPN naik, segala-galanya naik tanpa ampun. Saya harap pengguna jalan mendukung aksi kami. Karena ini semua kami lakukan untuk kalian,” tegas dia dalam orasinya.

Hal senada ditekankan Alfitra Haskar, dia menyoroti betapa manisnya janji Calon Presiden di masa kampanye. Tetapi, setelah terpilih justru mengingkari janji-janjinya. Alih-alih mensejahterakan rakyat, justru rakyat semakin dibuat teraniaya dengan kebijakannya, kata dia.

“77 tahun Indonesia merdeka bukanlah waktu yang lama. Rakyat Indonesia barus saja merasakan kemerdekaan yang menjadi jembatan emas dalam meraih kesejahteraan. Namun, rakyat hingga saat ini belum merasakannya,” tegas Ketum BEM Teknik itu.

Orator dari berbagai Fakultas yang tergabung dalam Aliansi Unismuh Satu secara bergantian melantangkan tuntutannya sampai sekira pukul 17.45. Kemudian, Jendral Lapangan, Alfitra Haskar menutup aksi dengan membacakan pernyataan sikap di depan para pengguna Jalan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.