PPN Naik, Mahasiswa Jangan Panik!

Bagikan :

Jakarta, kananews.net – Baru-baru ini pemerintah menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) dari 10 persen jadi 11 persen. Tidak hanya naik tahun ini saja, kabarnya PPN akan mengerek lagi menjadi 12 persen pada 1 Januari 2025 mendatang. Lalu apa iya kenaikan PPN itu akan berpengaruh pada tarif makan di restoran?

Menarik nih informasinya, khususnya kalangan mahasiswa. Dalam Pasal 4A ayat (2) dan (3) UU HPP dijelaskan makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya, baik yang dikonsumsi di tempat maupun tidak yang merupakan objek pajak daerah dan retribusi daerah dikenakan pajak 11 persen.

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo mengatakan tarif pajaknya tetap 10 persen. Oleh karena itulah, kenaikan tarif PPN tidak akan berdampak kepada harga makanan di restoran.

“Tidak ada (berdampak) karena kan tarifnya tetap 10 persen,” ungkapnya.

Apalagi tambahnya, barang yang dibeli untuk bahan baku makanan di restoran juga tetap mendapatkan fasilitas PPN. SEmentara itu, pengamat Perpajakan Universitas Pelita Harapan Ronny Bako menyebut kenaikan PPN menjadi 11 persen hanya dikenakan untuk item konsumsi atau hidangan tertentu, misalnya daging wagyu atau barang konsumsi premium lainnya.

Dengan kata lain, tak semua hidangan di restoran akan dikenakan pajak 11 persen. Mengacu pada tarif Pajak Barang dan Jasa Tertentu atau (PBJT), tarif pajak konsumsi restoran dikenakan sebesar 10 persen.

“Itu (makanan di restoran) masuk di Undang-undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD), tapi untuk makanan restoran seperti wagyu itu yang kena. Jadi bukan pajak restorannya tapi hidangannya yang mesti dilihat per jenis makanan/minuman,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.