Perang Mahasiswa Fakultas Syariah vs Fakultas Saintek UINAM, Wadek I Fakultas Hukum dan Syariah Jadi Korban

Bagikan :

Gowa, kananews.net – Perang yang melibatkan antar dua kelompok mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) memakan korban. Salah satunya, Dr. Hj. Rahmatiah HL (Wadek I Fakultas Hukum dan Syariah).

Perang Mahasiswa antara Fakultas Syariah dan Fakultas Saintek tersebut terjadi di Lapangan Bola Kampus II UIN Alauddin Makassar Kel. Romangpolong Kec Somba Opu Kab Gowa, pada Selasa (29/03/2022) sekira pukul 14.30 Wita.

Menurut keterangan saksi, Suardi (35). Salah seorang Security Kampus UIN Alauddin Samata. Dia menjelaskan bahwa sekitar pukul 14.00 Wita, 5 Orang mahasiswa mendatangi sekret Fakultas Saintek dengan melempari batu dan berlari menuju ke gedung Fakultas Syari’ah.

“Kemudian beberapa mahasiswa Saintek mendatangi gedung Fakultas Syariah untuk klarifikasi, setelah pertemuan tersebut terjadi Mis komunikasi yang menyebabkan beberapa mahasiswa Saintek mundur dan dilempari batu kemudian direspon balik oleh para mahasiswa dari kedua fakultas tersebut,” papar Suardi.

Sekira pukul 14.30 kurang lebih 500 mahasiswa dari kedua Fakultas melakukan aksi saling serang dengan menggunakan batu, tongkat dan beberapa anak busur. Aparat keamanan internal kampus baru kemudian mengamankan dibantu beberapa aparat dari Polsek Sombaopu berhasil menenangkan kedua fakultas yang bertikai pada pukul 16.10 Wita.

Selang beberapa menit, Fakultas Dakwah kembali menyerang dengan lemparan batu gedung fakultas Saintek. Aksi ini memicu keributan lagi. Sampai pada pukul 17.30 tawuran betul-betul telah redam. Sementara itu, para mahasiswa meninggalkan area kampus.

Perang yang terjadi betul-betul membabi buta. Pasalnya, seorang ibu-ibu yang merupakan Wakil Dekan salah satu Fakultas UINAM menjadi korban. Biar ibu ibu na lempari ji juga kodong, kata salah seorang mahasiswa dalam video yang beredar.

Tangkapan video, Dosen yang menjadi korban perang mahasiswa UINAM.

Wadek I Fakultas Hukum dan Syariah, Dr. Hj. Rahmatiah HL yang menjadi korban bentrok dilarikan ke Rumah Sakit Bayangkara. Menurut keterangan pihak keluarga, korban telah ditangani.

“Alhamdulillah sudah ditangani dan sudah juga membuat laporan ke pihak yang berwajib. Lukanya di bagian telinga, robek. ditakutkan korban mengalami syok,” jelas Fiqri, keponakan Dr. Hj. Rahmatiah HL saat dimintai keterangan oleh media.

Selain Wadek I Fakultas Hukum dan Syariah, beberapa mahasiswa dari kedua fakultas mengalami luka memar akibat terkena lemparan batu. Sementara beberapa fasilitas kampus seperti kaca jendela, papan nama fakultas pecah terkena lemparan batu (sementara didata oleh pihak kampus). Motor milik mahasiswa pun dapat bagian, mengalami kerusakan ringan akibat terkena lemparan batu.

Pihak kepolisian yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menduga kuat  perang antar kedua fakultas diakibatkan oleh adanya oknum yang tidak bertanggung jawab yang sengaja memprovokasi antara fakultas menjelang bulan Ramadan sehingga aktifitas di kampus bisa diliburkan.

“Tidak menutup kemungkinan tawuran antar mahasiswa akan terus berlanjut bilamana penanganan internal pihak kampus kurang maksimal, karena kasus tawuran antar fakultas di Kampus UIN Alauddin Samata sudah menjadi tradisi setiap tahun dikalangan mahasiswa,” ujar Petugas Kepolisian.

Perang tersebut berlangsung di dalam area kampus sehingga tidak berdampak terhadap aktifitas masyarakat umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.