Memuliakan Tetangga

Bagikan :

kananews.net – Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَشْهَدُ لَهُ أَرْبَعَةٌ أَهْلُ أَبْيَاتٍ مِنْ جِيرَانِهِ الأَدْنَيْنَ إِلاَّ قَالَ: قَدْ قَبِلْتُ عِلْمَكُمْ فِيهِ، وَغَفَرْتُ لَهُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

Artinya: “Tidaklah seorang Muslim meninggal dunia dan empat orang tetangga dekat bersaksi tentangnya, kecuali Allah SWT berfirman: Sungguh Aku telah menerima pengetahuanmu tentangnya, dan aku mengampuni bagian yang kamu tidak mengetahuinya.” (HR. Ahmad).

Memuliakan tetangga juga menjadi salah satu sebab dari hadirnya kebahagiaan di dunia, karena tetangga yang shalih akan membuat hidup ini lapang dan nyaman, seperti sabda Nabi Muhammad SAW:

قالَ صلى الله عليه وسلم :« أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ: الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيءُ»

Artinya: “Rasulullah SAW bersabda: Empat hal yang merupakan kebahagiaan: Wanita shalihah, rumah yang luas, tetangga yang baik, dan kendaraan yang nyaman.” (HR. Ibnu Hibban).

Selain itu, memuliakan tetangga juga erat kaitannya dengan kesempurnaan iman seperti sabda Nabi Muhammad berikut ini:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضيَ اللهُ عنهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ :« وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ». قَالُوا: وَمَا ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ:« الْجَارُ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ». قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَوَائِقُهُ؟ قَالَ :« شَرُّهُ ».

“Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: Demi Allah, seseorang tidak beriman, demi Allah seseorang tidak beriman, demi Allah seseorang tidak beriman.
Para sahabat bertanya: siapa itu ya Rasulullah? Rasulullah SAW menjawab: tetangga yang menjadikan tetangganya tidak aman oleh bawaiqahnya. Para sahabat bertanya lagi: apa itu bawaiqahnya? Rasulullah SAW menjawab: keburukannya.” (HR. Bukhari)

Hak yang Harus Dipenuhi dalam Bertetangga

Adapun hak dalam bertetangga yang harus diketahui oleh umat Muslim sebagaimana diterangkan dalam hadits dari sabda Rasulullah SAW, yang artinya:

“Kedudukan tetangga itu ada tiga golongan: (1) Tetangga yang hanya memiliki satu macam hak saja, yaitu tetangga yang paling sedikit memperoleh hak. (2) Tetangga yang memiliki dua macam hak. (3) Tetangga yang memiliki tiga macam hak.

Adapun tetangga yang memiliki satu macam hak saja, ialah tetangga musyrik yang tidak ada hubungan kekerabatan dan baginya mempunyai hak tetangga saja.

Tetangga yang memiliki dua macam hak, yaitu tetangga muslim yang baginya mempunyai hak hubungannya dengan kita karena Islam, dan hak karena tetangga.

Sedangkan tetangga yang memiliki tiga macam hak, ialah tetangga muslim atau yang mempunyai hubungan kekeluargaan. Baginya memilliki hak Islam, hak tetangga,dan hak kekerabatan.” (HR. Muslim).

Wallahu a’lam bissawab. Mari istiqomah beribadah.

U_IBE’ LAPATONGAI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.