Kebangkitan Islam dan Perubahan Sistem, Apa Sumbangsih Kita?

ByAdmin Kana

Mar 24, 2022
Bagikan :

Oleh: Farizah Atiqah (mahasiswa UIN Alauddin Makassar)

kananews.net – Sekarang kita saksikan kondisi umat Islam di dunia semakin memprihatinkan. Kehidupan kaum muslimin semakin terpuruk, terjajah, hancur dan tertindas. Bisa kita lihat nasib saudara-saudara muslim kita yang berada di Palestina, Suriah, Yaman, Afghanistan, Uighur, Rohingya, dan sebagainya. Tidak ada kehidupan tenang setiap harinya. Keseharian mereka dikelilingi siksaan, bantaian, serangan dan penjajahan yang tidak ada habisnya. Dan bahkan banyak yang diusir dari negeri mereka sendiri tanpa ada yang melindungi dan membela.

Sedangkan di Indonesia, kita juga dapat menyaksikan bagaimana nasib penduduk yang semakin miskin. Harga-harga kebutuhan pokok membumbung tinggi. Kualitas pendidikan masih rendah. SDA yang dikuras habis oleh asing. Fasilitas kesehatan yang belum memadai. Pergaulan pemuda yang semakin rusak. Korupsi yang semakin merajalela. Kemaksiatan yang semakin marak, dan berbagai kondisi memprihatinkan lainnya.

Apalagi sekarang sudah memasuki bulan sya’ban, bulan istimewa di mana diangkatnya amal seorang muslim untuk diperlihatkan dan ditunjukkan kepada Allah SWT. Momen ini harus dimanfaatkan sebisa mungkin dengan memperbanyak amalan-amalan serta disibukkan dengan kegiatan yang bermanfaat.

Ditambah lagi, bulan suci Ramadhan akan segera tiba. Bagaimana umat bisa fokus dalam menyambut bulan suci Ramadhan jika semua dibuat pusing dengan harga-harga kebutuhan pokok yang tinggi, minyak goreng yang semakin langka, dan berbagai permasalahan lainnya.

Mengapa kondisi umat seperti ini? Hal itu disebabkan oleh rusaknya negara yang menampung umat kini. Negara membiarkan dirinya dikuasai oleh asing. Lalu, sistem yang diterapkan pula adalah sistem kufur yang seharusnya tidak diterapkan oleh suatu negara. Semua inilah yang menjadi sumber utama dari kacaunya kehidupan umat.

Semua kondisi dan kedzoliman yang diterima ini harusnya dapat membuat umat tersadar bahwa mereka sekarang ini sedang tidak dalam kondisi semestinya. Ada sesuatu yang hilang dalam negeri ini. Sistem Pemerintahan Islamlah yang telah hilang di negeri kita ini.

Ini mengingatkan kita kembali akan peristiwa awal petaka bagi umat Islam akibat runtuhnya Khilafah Utsmaniyah pada 28 Rajab 1342 H atau 3 Maret 1924 M, dimana Mustafa Kemal Ataturk membubarkan khilafah dan menggantinya dengan Republik Turki. Kini sudah 101 tahun (hijriyah) umat Islam hidup tanpa sistem pemerintahan Islam dan khalifah (pemimpin). Padahal ketiadaannya hanya boleh berlangsung selama tiga hari.

Umat juga harusnya sudah tersadarkan tentang rusaknya sistem yang diterapkan saat ini yaitu sistem Kapitalis. Tak ada jalan lain kecuali umat Islam harus kembali pada syariat dan meninggalkan kapitalisme beserta ide-ide turunannya.

Untuk itu, perlu adanya perubahan mendasar dan menyeluruh di tengah-tengah umat hingga pemikiran dan perasaannya tertunjuki oleh cahaya Islam.

Inilah yang nantinya akan mendorong umat untuk menuntut penerapan syariat secara total. Dan satu-satunya jalan mewujudkannya yaitu dengan menerapkan sistem pemerintahan Islam.

Dengan izin dan pertolongan Allah, peradaban kapitalisme akan segera berakhir. Sebab Allah SWT telah berjanji bahwa penerapan syariat Islam akan kembali terwujud. Allah telah menjanjikan sistem pemerintahan islam yang mengikuti manhaj kenabian akan kembali tegak menerapkan syariah, melindungi umat, dan menebarkan petunjuk dan keadilan ke seluruh dunia.

Rasulullah SAW telah memberikan teladan tentang metode menegakkan sebuah negara yang dibangun di atas akidah Islam dan menerapkan syariat secara total. Metode yang dilakukan adalah dakwah ideologis yang diemban sebuah kelompok dakwah. Dimulai dengan pembinaan dan pengkaderan, interaksi dengan masyarakat, dan pengambil alihan kekuasaan melalui dukungan ahlul quwwah.

Pertama, tahap pembinaan dan pengkaderan. Dalam usaha penerapan syariah islam, Rasulullah menerapkan langkah-langkah dakwah yang dilakukan untuk mendidik dan membina masyarakat dengan akidah dan syariah islam.

Dengan pendidikan dan pembinaan ini, seorang muslim diharapkan memiliki kesadaran bahwa menerapkan sistem pemerintahan islam merupakan kewajiban bagi dirinya dan berdiam diri terhadap akidah dan sistem kufur adalah kemaksiatan. Kesadaran seperti ini akan mendorong kaum muslim untuk menjadikan akidah islam sebagai pandangan hidupnya dan syariah islam sebagai tolak ukur segala perbuatannya.

Kesadaran ini akan mendorong dirinya untuk berjuang menegakkan syariah serta bisa hidup dibawah pemerintahan Islam.

Tanpa kesadaran ini, sistem islam tidak akan bisa diwujudkan di tengah-tengah masyarakat. Hanya saja, kesadaran seperti ini tidak akan medorong terjadinya perubahan jika hanya dimiliki oleh individu atau sekelompok individu belaka. Kesadaran ini harus dijadikan sebagai kesadaran umum melalui pengaruh yang bersifat terus-menerus. Dari sini bisa kita lihat bahwa dalam menegakkan sistem pemerintahan islam harus membutuhkan kehadiran sebuah kelompok politik atau partai politik.

Selanjutnya melalui tahap interaksi di tengah-tengah masyarakat. Setelah lahir individu-individu Islam yang telah bergabung dalam kelompok dakwah atau partai politik islam, maka dilakukan dakwah dengan terjun ke tengah-tengah masyarakat dan berinteraksi langsung. Hal ini ditujukan agar dapat meraih kekuasaan dari tangan umat dan meraih kesadaran umum masyarakat tentang pentingnya kehidupan yang harus diatur dengan syariah islam.

Proses akhir dakwah dari tahapan kedua ini adalah ditandai dengan dilaksanakannya thalabun nushrah atau mencari dukungan politik dari ahlun nushrah.

Setelah proses thalabun nushrah berhasil maka akan masuk tahapan selanjutnya, yaitu penerapan syariah islam sebagai hukum dan perundang-undangan bagi masyarakat dan negara secara kaffah.

Seperti yang pernah dilaksanakan oleh Rasulullah dan para sahabatnya di Madinah. Penerapan syariah islam ini ditandai dengan diberlakukannya Piagam Madinah yang wajib ditaati oleh seluruh warga negaranya, baik yang muslim maupun non muslim.

Inilah tahap terakhir dari dakwah islam yang dapat diteladani dari perjalanan dakwah Rasulullah SAW. Dengan diterapkannya islam secara kaffah inilah, Insya Allah keagungan islam akan nampak di seluruh penjuru dunia. Aamiin ya robbal ‘Alamin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *