Mengharukan! Ibu ini Boyong Satu Keluarga dari Kampung Demi Hadiri Khotaman Al Qur’an Sang Anak

Bagikan :

Makassar, kananews.net – Tahun 2019 lalu, sang Ibu masih berdiri dibawah panggung menyaksikan siswa siswi peserta Kafilah Al Qur’an di panggung Imtihan menunjukkan kepiawaiannya dalam tes kemampuan Al Qur’an dan memberikan mahkota kepada orang tua mereka dalam momen syahdu usia ujian Al Qur’an.

“Seorang Anak Penghafal Qur’an akan memberikan mahkota kelak di akhirat bagi orang tuanya” pesan Ustad penguji di acara tersebut.

Rupanya moment tersebut sangat membekas di benak sang Ibu; membayangkan sang putra tercinta memberikan mahkota sebagai balasan terbaik dari seorang anak penghafal Qur’an yang kelak akan menyelamatkannya di kehidupan akhirat.

Rika, Sang Ibu. Sosok Bunda penyayang dari Nabil Saputra, kelas 8 ICP SMP Islam Terpadu Al Biruni Mandiri Makassar. Sang Bunda berasal dari Sidrap. Demi mimpi yang disaksikannya Sang Bunda melepas sang anak untuk hidup mandiri; terpisah dari keluarga dengan menitipkannya di asrama sekolah yang sama. Bukan hal mudah melepaskan sang putra dalam usia sebelia itu. Ditepiskannya rasa tega.

Dua tahun berlalu, Sabtu, (19/3/2022), impian sang Bunda terwujud. Melihat sang putra berdiri dengan gagah di panggung Imtihan Ballroom Hotel Four Points menyiratkan rasa bangga tiada kira.
Demi selebrasi terwujudnya mimpi ini, tidak tanggung tanggung Rika memboyong satu keluarga besarnya dari Sidrap dengan menyewa 8 kamar sekaligus di Hotel Four Points Makassar. Hadir menyaksikan sang putera tercinta, Ayah Ibu, Mertua, Kakak, Adik, Tante, Paman sampai beberapa keponakannya.

Di atas panggung Imtihan, Nabil membanggakan keluarga besarnya dari Sidrap dengan ketepatan dan kelancarannya menjawab pertanyaan pertanyaan ustad ustad penguji kemampuan Al qur’an dari Surabaya. Tibalah moment “crowning’’. Ketika sang putera tercinta tiba di hadapannya membawakannya mahkota sebagai penggambaran bakti seorang anak kepada orang tua di akhirat, tangisnya pun pecah diiringi isakan sang anak. Satu per satu keluarga besarnya yang hadir turut merasakan suasana haru antara Ibu dan anak.

Sang Bunda mengutarakan demi mimpi hari ini, sang Bunda tiada lelah berkorban apa saja, harta, waktu, perhatian dan segala yang dimilikinya. Sedekahnya semakin digencarkannya karena menurut keyakinannya dengan itulah Allah memuluskan perjuangan anaknya menjadi seorang hafidz.

Pengakuan tulus sang Bunda membuat keluarga besarnya yang hadir semakin menambah ramai suasana isakan tangis haru Ibu dan anak itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.