Pendidikan Anak

Bagikan :

kananews.net – Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ

“Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.” (HR Muslim)

Makna dari hadits menjelaskan bahwasanya manusia memiliki sifat pembawaan sejak lahir yang kokoh di atas islam.
Akan tetapi tentunya juga harus ada tindakan, serta usaha dari orangtua untuk mencetak anak menjadi anak yang shaleh-shalehah sesuai syariat islam.

Berikut Pendidikan anak usia dini dalam konsep islam:

1. Memberi contoh yang baik

Pendidikan anak usia dini dalam islam dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, sebagai orang tua sebaiknya memberikan contoh yang baik kepada anak agar ditiru oleh anak. Ketika anak masih kecil mereka selalu beranggapan bahwa orangtua adalah manusia yang selalu benar.

Untuk itu anak akan mencontoh apa saja yang dilakukan orang tua tanpa terus banyak bertanya. Dalam hal ini orang tua bisa memberikan contoh tentang indahnya berbagi terhadap sesama.

Yakni dengan cara memberikan sedekah kepada orang yang kurang mampu, atau berbagi rezeki kepada teman-teman anak. Maka anak pun akan meniru perbuatan orang tua tersebut meskipun tidak secara langsung. Karena dalam menerapkannya anak juga butuh proses yang tidak instan.

2. Membiasakan anak untuk beribadah

Beribadah merupakan hal yang wajib bagi seluruh ummat islam di dunia ini. Dalam mengajarkan tentang pentingnya beribadah kepada Allah sejak dini kepada anak adalah dengan cara mengajarkan kepada anak tentang tata cara shalat yang benar itu seperti apa, tata cara berpuasa, serta ibadah-ibadah sunnah lainnya.

Tidak hanya mengajarkan tentang tata cara beribadah saja, tetapi anak juga harus dilatih dalam menerapkannya dikehidupan sehari-hari. Jika anak mulai malas atau kerap kali lupa orang tua bisa memberikan teguran atau hukuman yang tidak memberatkan anak.

3. Memberikan lingkungan yang baik

Anak-anak sangat mudah sekali untuk meniru orang lain. Jika anak dibiarkan berada di lingkungan yang tidak mendukungnya untuk menjadi pribadi yang baik, bukan tidak mungkin anak akan memiliki sifat yang buruk.
Mungkin anak akan bersifat suka memarahi sekitarnya, atau membakang terhadap orang tua, jika sudah seperti ini kewajiban orang tua yakni melarang anak untuk bermain lagi dengan lingkungan yang seperti itu.

4. Mengajarkan nilai-nilai islam dan menguatkan akhlak.

Salah satu penyebab tersebesar anak tidak taat terhadap agama dan orang tuanya adalah akibat kurangnya nilai islam dalam diri anak. Maka dari itu sudah menjadi kewajiban orang tua untuk senantiasa menguatkan akhlak anak secara pelan tapi pasti, serta terus memberikan motivasi dan dukungan terhadap anak.

Ketika memiliki waktu luang orang tua bisa melakukan sebuah hal yang dapat memberikan nilai-nilai islam kepada anak secara universal dan tentunya dapat diterima oleh anak.

Contohnya seperti : membacakan kisah keteladanan nabi dan sahabat di masa lalu. Kemudian nilai-nilai islam juga dapat dipupuk melalui film islami yang mendidik. Yang di dalamnya anak bisa mengambil pesan singkat sehingga selain menonton anak juga bisa belajar tentang pendidikan islam untuk kehidupannya.

Sudah sepatutnya sebagai orang tua untuk selalu belajar dan belajar agar mampu mendidik anak sesuai dengan porsinya, dan sesuai dengan syari’at Islam.

Wallahu a’lam bissawab. Mari istiqomah beribadah.

U_Mawardi P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.