Bahayanya Penyakit Hati

Bagikan :

kananews.net – Penyakit hati yang dimaksud dalam Islam bukanlah penyakit yang bersangkutan dengan kesehatan seperti liver, kerusakan organ hati dan lainnya. Tetapi, penyakit hati yang diartikan sebagai bentuk perasaan dalam hati yang memengaruhi perilaku dan sifat pada dirinya sendiri maupun sesama muslim.

Dalam Al-Quran, QS At Taubah: 125, Allah SWT berfirman:

وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ

“Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.”

Hal ini tentu harus dihindari oleh seluruh umat Islam agar tidak berujung pada kekafiran hingga mati dalam keadaan kafir. Sebagai muslim senantiasa untuk selalu menjaga hati dari sifat penyakit yang dibenci Allah SwWT.

Berikut jenis penyakit hati yang harus diwaspadai dan dihindari karena mampu merusak keimanan seseorang:

1. Iri dan dengki

Iri dan dengki merupakan sifat yang menunjukan rasa ketidaksukaan ketika orang lain mendapatkan kebahagiaan dan berujung pada mendoakan agar orang lain cepat kehilangan rasa bahagianya.
Rasulullah ﷺ memperingati bahaya penyakit iri dan dengki, dalam hadits yang diriwayatkan HR. Abu Dawud : “Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu”.

2. Sombong atau takabur

Penyakit hati selanjutnya berkaitan dengan perasaan bangga pada dirinya sendiri dan menganggap bahwa hanya dirinya yang mampu mendapatkannya.

3. Kikir

Kikir merupakan salah satu penyakit hati dimana seseorang tidak mau memberikan sedikit hartanya kepada orang yang membutuhkan sementara dia memiliki harta yang cukup. Allah SWT berfirman;

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs Al Imran : 180)

Dalam sebuah riwayat juga dijelaskan :

ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ : شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ

“Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan: (1) tamak lagi kikir, (2) mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan), dan ujub (takjub pada diri sendiri).” (H.R. Abdur Razaq, hadist hasan)

Wallahu a’lam bissawab. Mari istiqomah beribadah.

U_IBE’ LAPATONGAI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.