Kritisi Anggaran Satpol PP, Tina Toon: Pertanyaan Besar

Bagikan :

Jakarta, kananews.net – Pemprov DKI Jakarta memberikan tambahan anggaran kepada Satpol PP senilai Rp 516,01 miliar pada 2022 sehingga totalnya Rp 1,3 triliun. Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Agustina Hermanto atau Tina Toon mengkritisi penggunaan anggaran itu. Penambahan anggaran itu disampaikan Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin saat rapat dengan Komisi A DPRD Jakarta, Selasa (15/2). Anggaran Satpol PP secara total sebesar Rp 1,3 triliun.

“Bahwa setelah Pergub APBD keluar, itu ternyata memang ada penambahan, dari Komisi A menanyakan bagaimana untuk implementasinya gitu,” kata Tina Toon, Kamis (17/2/2022).

Tina mengatakan, berdasarkan laporan yang disampaikan Satpol PP, 70 persen penambahan anggaran itu digunakan untuk gaji. Komisi A, kata Tina, kemudian mempertanyakan mengapa tambahan dana hibah lebih besar daripada dana operasional.

“Ternyata memang secara persentase itu kan 70 persen untuk gaji. Nah, yang menjadi kita kritisi juga 25 persen untuk hibah, sedangkan operasional 5 persen,” bebernya.

lanjutnya, kayak kemarin makanya kan aku mengkritisi juga, dalam arti kan kita sekarang COVID lagi tinggi. Nah, kemarin ada kerumunan di salah satu mal di Jakut, Kelapa Gading, itu penindakannya ada namun rasanya belum maksimal untuk yang namanya aparat Satpol ya, juga penunjang-penunjangnya. Nah, ternyata itu diiyakan oleh Kasatpol ya bahwa memang operasional ini juga, kayak kemarin sebenarnya penambahan anggaran ada penambahan mereka minta untuk operasional tapi nggak maksimal.

Menurut Tina, dana penunjang operasional Satpol PP DKI saat ini masih kurang. Dia mengatakan anggota di lapangan masih kesulitan dalam penunjang operasional, seperti kendaraan dan makanan, saat sedang menjalankan tugas.

“Contoh misalnya untuk anggaran Satpol ada yang di kelurahan bisa masuk ke RT-RW yang ada gang-gang, itu mereka ada kesulitan operasional kendaraannya itu kan nggak bisa dijangkau dengan mobil dinas besar,” ujarnya.

Kedua, lanjut Tina. Kemarin ada kerumunan, itu secara anggaran minum kalau nggak salah, nasi boksnya apanya udah nggak ada. Itu kan penunjang operasinalnya apanya di lapangan sangat kurang gitu, terus dijagainnya lama, nggak bisa udah-udah, udah selesai semua apa segala macam, kerumunan lagi kan itu menimbulkan masalah lagi.

Tina Toon menyampaikan pihaknya bakal menggelar rapat lanjutan untuk mengevaluasi dana tambahan tersebut, sehingga bisa diketahui alasan mengapa dana hibah lebih besar dari dana operasional.

“Ini akan ada lanjutan untuk evaluasi di mana, kenapa, untuk hibahnya bisa proporsionalnya lebih besar dibandingkan operasional. Bahkan Satpolnya ngomong saya iri dengan instansi yang dia kasih hibah. Nah, ini kan jadi pertanyaan besar juga. Nah, ini ada rapat ke depan evaluasi dan pembahasan anggaran berikutnya juga gitu,” imbuhnya.

Secara keseluruhan anggaran Satpol PP DKI 2022 sebesar Rp 1,3 triliun terbagi untuk belanja pegawai sebesar Rp 757,21 miliar dan belanja SKPD 625,15 miliar. Adapun untuk belanja pegawai dibagi menjadi biaya gaji dan tunjangan lain sebesar Rp 241,20 miliar dan tambahan penghasilan pegawai sebesar Rp 561,01 miliar.

Sementara itu, belanja SKPD dibagi menjadi PTT dan PJLP sebesar Rp 229,85 miliar, kegiatan hibah Rp 313,72 miliar, dan kegiatan bidang sebesar Rp 81,57 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.