Rasisme: Penyakit Bersejarah

ByTS80

Feb 15, 2022
Bagikan :

kananews.net – Saya menyebutnya penyakit bersejarah (historic sickness) karena sesungguhnya penyakit bermula sejak awal penciptaan manusia (Adam). Saat itu Adam sebagai makhluk yang terbaik, bentukan yang tersempurna dengan potensi yang dahsyat, menjadikannya makhluk termulia. Dan karenanya makhluk yang selama ini termulia, terdekat, terhormat di sisi Allah (malaikat) teruji. Semua diperintahkan untuk sujud sebagai penghormatan kepada Adam AS.

Salah satu ciptaan Allah yang berada di level malaikat saat itu adalah Iblis. Saat itu boleh jadi Iblis lebih mulia dan terhormat karena kenyataan bahwa dia adalah jin, tapi secara religius berada di level malaikat. Dan karenanya ujian terberat dalam penghormatan kepada Adam ini adalah terjadi kepada diri Iblis. Dan karenanya dengan tegas Iblis menolak untuk bersujud kepada Adam. Dan alasan yang dipakai adalah: “saya lebih baik dari dia. Engkau ciptakan saya dari api dan Engkau ciptakan dia dari tanah” (Al-Quran).

Penolakan menghormati dan menghargai orang lain karena alasan fisik/materi inilah yang disebut dalam bahasa modern sebagai rasisme. Oleh karenanya merujuk kepada sejarah Adam dan Iblis ini wajar jika penyakit rasisme ini dikategorikan sebagai penyakit bersejarah. Penyakit yang terjadi sejak awal penciptaan manusia.

Sejarah rasisme ini berlanjut dalam perjalanan sejarah manusia. Fir’aun di Mesir memperbudak Bani Israil karena mereka datang dari etnik lain (Syam). Sementara Mesir saat itu mengkategorikan diri mereka sebagai bagian dari bangsa Romawi.

Hingga masa awal Islam hadir kembali ke tanah Arab. Rasisme adalah salah satu penyakit sosial bangsa Arab saat itu. Perbudakan menjadi tradisi umum atas mereka yang secara ras miskin dan terbelakang. Khususnya mereka yang secara ras berkulit hitam. Mungkin yang paling terkenal adalah kasus keluarga Ammar bin Yasir dan Bilal bin Rabah.

By TS80