Memahami Audiens (Lingkungan)

Bagikan :

kananews.net – Untuk terciptanya sebuah komunikasi yang sesuai dan efektif salah satu hal yang perlu disadari adalah urgensi memahami kepada siapa kita berbicara (mengenal audiens). Dengan kata lain adalah menjadi sangat penting bagi semua da’i untuk “melek lingkungan”.

Berdakwah di Amerika dengan mind-set Timur Tengah tidak akan nyambung. Berdakwah di Jawa dengan pendekatan Aceh atau Makassar boleh jadi terpental. Jika anda berbicara kepada ahli ekonomi jangan memakai bahasa kedokteran atau insinyur. Akan membosankan dan sia-sia

Kalau seandainya ustadz tadi dalam menjawab teman katolik itu tentang Yesus, ingin memahami tendensi kejiwaannya yang cinta dan hormat Yesus, sudah tentu akan menjawab minimal sebagai berikut:

“Teman, Yesus dalam Islam itu adalah sosok yang sangat dihormati, dikagumi dan dicintai. Bahkan kami umat Islam tidak akan menjadi Muslim kecuali menerima Yesus sebagai bagian dari iman kami. Beliau adalah satu dari lima rasul yang terhebat (ulul azmi)”.

Setelah memulai seperti di atas saya yakin akan menumbuhkan rasa simpati di benak sang Katolik. Dia akan siap mendengarkan penjelasan selajutnya, bahkan yang tidak sejalan dengan keyakinannya sekalipun. Misalnya diikuti dengan penjelasan tuntas, tapi tetap dengan bahasa santun, tentang posisi Al-Quran mengenai Yesus. Termasuk penolakan Al-Quran dalam hal ketuhahan (tuhan atau anak tuhan) Yesus Kristus.

Saya yakin teman katolik tadi minimal akan meninggalkan sang ustadz itu dengan hati yang nyaman. Bukan dengan hati marah dan kesal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.