Jokowi Sebut ‘Vaksinasi’ Kunci dari Penanganan Omicron

Bagikan :

Makassar, kananews.net – Presiden Joko Widodo memberi pesan kepada Plt Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman agar bergerak lebih dini untuk mencegah naiknya kembali kasus Corona. Sulsel pernah menjadi episentrum kasus pada 2020 lalu.

“Sekarang kita dihadapkan pada varian baru Omicron. Kunci dari penanganan Omicron ini ada dua yaitu vaksinasi yang dipercepat dan peningkatan kembali protokol kesehatan utamanya masker. Ini harus digalakkan lagi,” tegas Jokowi saat memberikan pengarahan secara virtual bagi seluruh kepala daerah, Senin (7/2/2022).

Jokowi mengingatkan, bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Varian Omicron yang saat ini merebak, penularannya 4 kali lebih cepat dari Delta.

Kata Kepala Negara, daerah punya peran penting dalam mencegah Omicron. Semua harus bergotong-royong untuk bisa mengendalikan pandemi ini. Jokowi meminta agar pemerintah daerah menyiapkan layanan isolasi terpadu.

“Kalau kita lihat karakter pasien yang meninggal, untuk Omicron, 69% itu belum vaksin lengkap dan 31% sudah vaksin lengkap. Artinya vaksin menjadi kunci bagi penanganan varian Omicron untuk menekan angka kematian. Olehnya itu, saya minta agar dipercepat vaksinasinya utamanya yang lansia,” pintanya.

“Oleh sebab itu yang ringan dan tanpa gejala prioritaskan untuk masuk ke isoter atau isoman. Dan rumah sakit hanya di peruntukan untuk yang sedang berat dan kritis,” ungkapnya.

Selain Jawa, Bali, sejumlah daerah di Sulawesi dan Kalimantan menjadi perhatian pemerintah. Sulsel termasuk wilayah rentan. Pada 2020, Sulsel masuk dalam 5 besar daerah dengan tingkat penularan tinggi.

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengakui, ada kenaikan kasus cukup signifikan dalam dua pekan. Kondisi ini membutuhkan penanganan bersama. Selain pencegahan dengan prokes, pemprov kata Sudirman juga telah mempersiapkan seluruh perangkat kesehatan. Ini untuk menghadapi kemungkinan lonjakan kasus hingga Maret.

“Bapak Presiden menekankan dua hal, yakni mempercepat vaksinasi dan peningkatan protokol kesehatan. Kami terus berupaya bersama TNI-Polri untuk kebut vaksinasi di Sulsel,” katanya.

Untuk layanan isoter, Pemprov Sulsel telah menyiapkan Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT) dengan kapasitas 1.500 tempat tidur di Asrama Haji Sudiang. Ia pun berharap dukungan dari masyarakat untuk mencapai dua hal itu.

“Kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan, tetap tenang, namun kita harus tetap waspada. Mari kita sama-sama untuk meningkatkan disiplin dan sadar akan pentingnya protokol kesehatan. Serta yang belum vaksinasi, ayo vaksin,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.