Politisi Asal Sulteng ‘Ahmad Ali’ Diganti Sebagai Ketua Fraksi NasDem DPR RI, Ada Apa?

Bagikan :

Jakarta, kananews.net – Wakil ketua umum DPP Partai NasDem Ahmad Ali diganti sebagai Ketua Fraksi NasDem DPR RI. Politisi asal Sulawesi Tengah itu digantikan oleh Robert Rouh.

Pergantian ini mengagetkan beberapa pihak, termasuk para kader NasDem. Mengingat Ahmad Ali selama ini dikenal aktif. Namun Ahmad mengaku jika pergantian dirinya bukanlah hal yang mendadak, melainkan telah dirapatkan.

“Jadi, DPP Partai NasDem telah memutuskan untuk melakukan rolling, pergantian ketua Fraksi, dari saya sebagai Ketua fraksi, kemudian dialihkan ke Robert Ruow sebagai Ketua fraksi baru,” tutur Ahmad Ali, Senin (07/02).

Lebih lanjut dia katakan, ini bukan hal yang terburu-buru dari partai. Rencana pergantian fraksi ini sudah lama direncanakan. Menghitung posisi NasDem, saya sebagai Waketum tentunya selama ini memegang peran penting di DPP untuk memimpin konsolidasi. 

“Pelaksanaan konsolidasi yang terus menerus kita lakukan membuat waktu saya sebagai ketua fraksi menjadi lebih berkurang. Sehingga banyak agenda yanng seharusnya bisa ditangani langsung oleh ketua fraksi, tetapi menjadi terhambat. Hal ini membuat partai memandang penting untuk segera kembali ke internal fraksi partai NasDem,” lanjutnya.

Lanjut Ahmad Ali mengatakan dirinya diganti karena dihukum oleh ketua umum Surya Paloh, dihukum dalam tanda kutip. Dirinya diberikan tugas yang lebih berat lagi untuk melakukan konsolidasi secara nasional, yakni membuat NasDem masuk 3 besar Pilpres 2024.

“Karena saya sedang dihukum oleh Ketum. Dihukum dalam tanda kutip. Saya diberikan tugas yang lebih berat lagi untuk melakukan konsolidasi secara nasional. Karena kalau kita tetap berada di posisi empat besar maka Nasdem ini dianggap partai yang sangat merugi. Maka kemudian supaya kita tidak menjadi bagian dari kelompok yang merugi maka kita harus lebih besar dari tahun 2019,
yaitu paling tidak kaki masuk di tiga besar ” tegasnya.

Menurutnya untuk masuk tiga besar tentunya ini bukan hal yang mudah. Bukan hal yang kemudian semudah membalikan telapak tangan tapi ini harus dikerjakan.

“Apalagi kalau kita melihat hasil hasil survei hari ini masih banyak survei masih banyak lembaga survei yang meragukan posisi partai Nasdem. Jangankan masuk tiga besar, untuk lolos parliamentary threshold pun diragukan oleh lembaga lembaga survei. Tentunya ini masukan masukan dari lembaga lembaga survei ini menjadi salah satu pemicu bagi kita untuk lebih semangat membangun konsolidasi,” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *