Corona ‘Is Back’ di Sulsel, Andi Sudirman: Jangan Ada Kerumunan!

Bagikan :

Makassar, kananews.net – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman belum memberi isyarat untuk menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM). PTM diusul dievaluasi setelah kasus Corona kembali melonjak.

Sudirman dalam edaran akhir pekan lalu hanya menginstruksikan seluruh kepala daerah menyiapkan perangkat kesehatan menghadapi lonjakan kasus Corona. Otoritas pendidikan juga belum berencana mengusul penghentian sementara PTM.

“Kita sedang menghadapi lonjakan kasus Corona. Ada kenaikan luar biasa dalam sepekan. Ini harus jadi perhatian bersama,” terang Sudirman.

Dilansir oleh kananews.net dari pedoman.media, Plt mengeluarkan edaran mengenai pengendalian aktivitas sosial di masyarakat. Dalam edaran itu ditekankan kesiapsiagaan dan pengetatan protokol kesehatan pada kegiatan kemasyarakatan untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

Edaran ditujukan kepada bupati/wali kota se-Sulsel. Sudirman dalam edaran tersebut menyebutkan, terjadi peningkatan kasus konfirmasi positif dalam 3 hari terakhir. Lonjakan mencapai 500%. Satgas Covid-19 Sulawesi Selatan memprediksi angka ini belum berada di level tertinggi. Kemungkinan puncak kasus akan terjadi pada Maret nanti.

Ada pun poin edaran plt gubernur di antaranya, pertama, diinstruksikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam mengantisipasi peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 dengan menyiapkan infrastruktur kesehatan yang layak.

“Di antaranya ketersediaan tenaga kesehatan, tempat tidur rumah sakit, obat-obatan dan penunjang lainnya seperti fasilitas isolasi terintegrasi bagi kasus konfirmasi positif tidak bergejala atau gejala ringan,” sebut dalam edaran yang diteken Andi Sudirman.

Kedua, membatasi kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Diminta agar lebih mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan secara daring (online).

“Memaksimalkan penerapan pemberlakuan PPKM sesuai level yang ditetapkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri terbaru,” tulis edaran itu.

Selanjutnya, meningkatkan capaian vaksinasi dalam rangka melakukan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19 dan mengurangi potensi terjadinya kematian akibat Covid-19. Terakhir, Andi Sudirman mengingatkan untuk melakukan pengetatan protokol kesehatan serta memaksimalkan tracing dan testing.

Sudirman mengingatkan kemungkinan memuncaknya Omicron dalam dua tiga pekan ke depan. Masyarakat diminta mengurangi mobilitas. Situasi ini masih mengkhawatirkan. Apalagi setelah temuan kasus Omicron di Kabupaten Takalar. Karena itu Sudirman meminta masyarakat kembali membatasi interaksi.

“Jangan ada kerumunan. Pertemuan-pertemuan yang menyebabkan interaksi banyak orang harus dibatasi,” pintanya.

Pemerintah juga memberi peringatan akan adanya kenaikan kasus di bulan Februari. Kasus Omicron diperkirakan mendominasi wilayah Jabodetabek.

Melihat ancaman kasus dalan dua pekan ke depan, pemerintah belum memberi opsi soal pembelajaran tatap muka. Apakah akan dihentikan atau tetap dilanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.