Bertentangan Dengan Oki, Mamah Dedeh Justru ‘Tekankan’ Perempuan Tak Boleh Diam Dapat KDRT

Bagikan :

Jakarta, kananews.net – Baru-baru ini, ceramah Oki Setiana Dewi menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Dalam ceramahnya, tampaknya Oki membiarkan kekerasan dalam kehidupan keluarga dalam ceramahnya. Isi ceramah Oki Setiana Dewi menuai kritik dari berbagai pihak.

Cerama lama Mamah Dede kembali viral pada Jumat (2/4) di laman Twitter-nya. Isinya sebenarnya bertentangan dengan apa yang dikatakan Oki. Dalam video klip pidatonya, Mamah Dedeh menyampaikan bahwa sebagai manusia, perempuan berhak atas kehidupan, kesehatan, dan kedamaian.

“Ya Allah, derita batin seumur-umur,” kata Mamah Dedeh.

Di penggalan video ceramah lama lainnya, pendakwah berusia 70 tahun itu juga kembali menekan bahwa KDRT tidak boleh didiamkan.

“Kalau kita tahu digebuk itu adalah sakit, kita diam saja artinya menghancurkan diri kita. Itu salah dalam Islam,”

“Karena dalam Islam kita wajib menjaga diri sendiri. Digebukin tiap hari lama-lama bonyok,” kata pendakwah bernama lengkap Dedeh Rosidah itu di salah satu acara dakwah dengan judul ‘KDRT’

Sebelumnya, dalam video berdurasi 1 menit 47 detik itu Ustadzah Oki menceritakan sebuah kisah nyata dari Jeddah mengenai suami istri yang sedang bertengkar dimana sang istri mendapat perlakuan kasar dari suaminya.

“Suaminya marah luar biasa pada sang istri, dipukullah wajah sang istri kemudian istrinya menangis, ” cerita Oki.

Ustadzah Oki kemudian melanjutkan ceritanya bahwa pada saat pertengkaran itu kedua orangtua sang istri pun datang dan melihat airmata anaknya. Si orang tua bertanya mengapa anaknya itu menangis. Namun jawaban sang istri menurut cerita Oki rupanya berusaha menutupi sang suami atas perbuatan kasarnya di hadapan ibundanya. Ceramah dari Oki ini tentu saja membuat banyak perempuan marah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.