Perpustakaan Digital Makassar Belum Bisa Diakses Tunanetra, Begini Tanggapan Andi Tenri Palallo

Bagikan :

Kananews.net – Terhitung sejak 2018 lalu, Dinas Perpustakaan Kota Makassar telah merilis aplikasi perpustakaan digital yang dapat dimanfaatkan untuk masyarakat setempat. Aplikasi tersebut dapat diunduh secara gratis melalui laman resmi Perpustakaan Digital Makassar, kubuku.id. Dengan pilihan aplikasi yang bisa didownload untuk platform Windows dan Android.

Di dalamnya terdapat ribuan pilihan buku non fiksi yang disusun berdasarkan kategori, di antaranya Agama, Bahasa dan Sastra, Perpajakan, Komunikasi dan Teknologi. Selain itu, berbagai jurnal ilmiah pun dapat menjadi pilihan untuk dilahap oleh para pengguna.

Namun ada yang berbeda dari aplikasi tersebut karena belum akses bagi disabilitas netra, sehingga pengurus DPD PERTUNI SULSEL mengambil langkah untuk audensi ke dinas perpustakaan kota Makassar di jalan Balai kota pada Senin 31 Januari 2022.

Foto bersama DPD PERTUNI Sulsel dengan Dinas Perpustakaan Makassar setelah melakukan audiensi.

Di dalam pertemuan tersebut Yoga Indar Dewa selaku ketua PERTUNI menyampaikan:

“Kami sempat mendengar kabar bahwa perpustakaan kota Makassar sudah ada perpustakaan digitalnya namun itu belum bisa diakses bagi disabilitas netra, sehingga kami dari DPD PERTUNI mencoba untuk berdiskusi dan mencari solusinya agar disabilitas netra bisa juga akses dengan perpustakaan digital ini.”

Di lain pihak Ismail Naharuddin selaku sekertaris DPD PERTUNI mengungkapkan:
“Teman-teman di PERTUNI berdiskusi beberapa hari yang lalu dan mereka ingin berkontribusi di dalam perpustakaan digital ini dan bekerja sama dengan pemerinta kota Makassar untuk membangun leterasi terkhusus disabilitas.”

Ismail lebih lanjut menegaskan “karena kalau teman pustakaan baru yang terletak di -teman disabilitas sudah terkaver bahan bacaannya tentu akan bertambahnya lagi bahan literasi masyarakat.” Tutur ismail.

Kepala dinas perpustakaan Kota Makassar Andi Tenri Palallo menyambut baik aspirasi ini.

“Semua yang kita diskusikan ini bersama itu sudah menjadi program kami dan sementara dipersiapkan, kalau mengenai buku digital untuk tunanetra kami pasti melibatkan anda semua, jadi nanti tetap ada beberapa teman-teman disabilitas netra untuk berkordinasi karena saat ini kami dalam tahap pembenahan perpustakaan, perpustakaan yang ada di Jalan Lamaddukelleng No. 3 itu memang tidak akses bagi disabilitas karena selain dari lantai dua tangganya juga sangat terjal.”

“Untuk itu kami akan memperbaiki layanan di perpustakaan baru di jalan Kerung-Kerung di sana itu ada ram untuk pengguna kursi roda. Kami juga sudah buka fasilitas untuk tunanetra seperti loop namun itu belum bisa terakomudir karena kita utamakan dulu punya ram bagi pengguna kursi roda.”
Tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.