Optimalisasi Peran Ibu-ibu dalam Pemanfaatan Potensi Pantai Berbasis ‘Sociophreneurship’

Dokumentasi
Bagikan :

Makassar, kananews.net – Dosen Unismuh menggelar pelatihan optimalisasi peran ibu-ibu dalam memanfaatkan potensi pantai berbasis Sociophreneurship pada Sabtu (24/07/2021).

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Dua pertiga dari wilayahnya berupa lautan dan pulau-pulau. Selain itu, menjadi salah satu negara yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada.

Sementara itu, berdasarkan data BPS 2017, Sulawesi Selatan menduduki provinsi penghasil rumput laut tertinggi di Indonesia. Berangkat dari data-data yang dirangkum oleh Dosen Unismuh, maka diadakanlah kegiatan yang mampu menjadi solusi agar masyarakat pesisir mampu mengolah sendiri hasil panen rumput laut mereka.

Pemanfaatan potensi pantai berbasis Sociophreneurship diyakini dapat menggerakkan potensi lokal yang ada di daerah pesisir.  Dengan tergerakknya potensi yang ada, kesejahteraan masyarakat menjadi meningkat, kaum ibu-ibu akan diberi pemahaman memanfaatkan potensi laut dengan bijak, serta diberi pelatihan kewirausahaan dengan memanfaatkan potensi laut.

Berbagai jenis olahan telah berhasil dikreasikan setelah dilakukan pelatihan selama kurang lebih sehari. Di antaranya, dodol, tepung, kerupuk, permen, dan abon ikan. Dari semua olahan tersebut, masing-masing mengandung unsur rumput laut. Kecuali abon yang khusus dari bahan ikan segar.

Hasil olahan dodol, tepung, kerupuk, permen, dan abon ikan nantinya akan dipasarkan seacara online oleh ibu-ibu setempat. Bisa juga dimasukkan ke minimarket karena termasuk bagian dari kebutuhan pokok masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.