Bersama Ganjar dan Prabowo, Erick Thohir Masuk Daftar Capres Idaman Warga NU

Bagikan :

Jakarta, kananews.net – Mantan pemilik klub Inter Milan, Erick Thohir masuk dalam daftar calon presiden yang menjadi pilihan warga Nahdlatul Ulama (NU). Hal ini berdasarkan riset Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS).

Direktur Ekskutif CSIIS Moh Sholeh Basyari mengatakan nama Menteri BUMN tersebut bersanding dengan sejumlah tokoh lainnya. Kata dia, kemunculan Erick Thohir masuk tiga besar survei, bisa dibaca bahwa pendekatannya kepada komunitas NU cukup efektif.

Menteri BUMN ini sendiri telah resmi menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) setelah berhasil mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) sebagai syarat menjadi anggota Banser di Sekolah Citra Alam Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (28/11).

Basyari menyampaikan nama Erick masuk dalam daftar calon presiden pilihan warga NU di Jawa Tengah, Banten, dan Lampung, bersama Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Basyari menyampaikan jajak pendapat dilakukan secara serentak di Probolinggo, Pasuruan, Malang. Yogyakarta, Rembang, Magelang, Tasikmalaya, Cirebon, Pandeglang dan Lampung Tengah dengan Smsurvei semi riset dilakukan pada 7 Januari 2022.

“Data Survei diambil dengan wawancara mendalam. Wawancara secara tidak langsung, responden tidak dalam posisi mengetahui bahwa dia tengah diambil datanya,” ungkap Basyari.

Basyari menyebut contoh dipilih secara purposive yang dimaksudkan untuk mendapatkan orisinalitas data dari responden dan dihindari kemungkinan melebar. Kata Basyari responden merupakan santri dari pondok pesantren yang selesai menunaikan sholat Jumat.

“Model ini adalah adaptasi dari exit poll. Exit poll data diambil dari pemiih setelah keluar dari bilik suara. Exit prayer adalah data diambil setelah responden keluar dari masjid setelah selesai shalat Jumat,” kata Basyari.

Dalam riset tersebut, ucap Basyari, juga memunculkan nama Yenny Wahid yang mengalahkan politisi NU Muhaimin Iskandar yang kini menjabat Wakil Ketua DPR dan Saifullah Yusuf yang sekarang menjabat Wali Kota Pasuruan. Menurut Basyari, hal ini tak lepas dari respons warga NU atas kebijakan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya yang ingin menghidupkan kembali pemikiran Gus Dur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *