Ribut Soal Ekonomi, IRT di NTT Pilih Gantung Diri

Bagikan :

Kananews.net_Nasib nahas menimpa seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia memilih gantung diri setelah ribut dengan suaminya, Senin (17/1/2022).

Diperoleh informasi kalau sebelum korban ditemukan gantung diri, korban dan suami sempat ribut karena masalah ekonomi rumah tangga.

Korban ditemukan gantung diri di rumah Musa Daniel Ome di Jalan Oekalipi, RT 15/RW 06, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Korban teridentifikasi bernama Estin Fanggidae (30). Ibu dua orang anak ini ditemukan oleh suaminya Musa Daniel Ome (31) saat pulang dari mengantar barang jualan.

Musa Daniel Ome sendiri menjelaskan kalau dirinya sempat terlibat pertengkaran dengan korban karena masalah ekonomi, pada Minggu petang.

Musa pun ke Jalan Air Lobang II, Kelurahan Sikumana, Kota Kupang guna mengantar barang jualan sekaligus melakukan penagihan utang dari jualan pakaian rombengan. Selang beberapa saat, Musa kembali ke rumah.

Ia kaget mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung di pintu rumah dapur dengan tali kain yang melilit pada bagian leher dengan posisi kaki melipat ke belakang dan dalam keadaan tidak sadar.

Musa langsung memeluk dan menurunkan korban dengan cara membuka tali lilitan pada leher korban dan meletakkan korban di lantai. Selanjutnya Musa membawa korban ke kamar tidur dan menghubungi pihak keluarga.

Berselang sekitar 10 menit kemudian, keluarga korban tiba di lokasi kejadian dan bersama-sama dengan Musa langsung membawa korban ke Rumah sakit St Carolus Boromeus Kelurahan Bello, Kota Kupang guna dilakukan penanganan medis.

Korban tiba di RS St. Carolus Boromeus Bello dan dilakukan tindakan medis namun nyawa korban sudah tidak bisa diselamatkan.

Lukas Tauho (54), ketua RT 15 Kelurahan Sikumana menyebutkan bahwa ia mendapat informasi dari Ketua RT 19 bahwa ada warga yang meninggal karena gantung diri dan sudah dibawa ke RS St. Carolus Boromeus Bello.

Ia kemudian mendatangi lokasi kejadian dan mendapati warga telah berkumpul di TKP, sementara korban telah dibawa ke RS St Carolus Boromeus Bello.

Ia kemudian melapor ke Ketua LPM Kelurahan Sikumana dan Ketua LPM Sikumana selanjutnya menginformasikan ke Babinkamtibmas Kelurahan Sikumana, Bripka Marchel Nitte.

Lukas membenarkan kalau korban dan Musa adalah pasangan suami istri sah dan telah dikarunia dua orang anak.

Musa juga diketahui sering membantu korban berjualan pakaian rombengan di rumah mereka melalui live streaming Facebook.

Kapolsek Maulafa, AKP Jeri Samzon Puling, A.Md langsung mendatangi TKP dan memimpin anggota melakukan olah TKP.

Disebutkan bahwa hasil pemeriksaan luar oleh pihak RS St Carolus Boromeus Bello tidak terdapat luka atau bekas kekerasan lain selain pada leher korban yang terdapat bekas lilitan tali.

Pihak keluaga korban menerima kematian korban serta telah diarahkan untuk membuat surat pernyataan penolakan autopsi di Polsek Maulafa.

Jenazah korban disemayamkan di rumah keluarga di Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dan memasang garis polisi di lokasi kejadian serta meminta keterangan dari sejumlah saksi. Selain mengamankan TKP, Kapolsek Maulafa juga menghubungi unit Identifikasi Polres Kupang Kota.

“Korban meninggal murni karena gantung diri dan jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga,” ujar Kapolsek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.